JCCNetwork.id – Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto membeberkan strategi pemerintah terutama dalam menghadapi tantangan bonus demografi.
Diketahui, bonus demografi kerap menjadi boomerang bagi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia apakah maju atau sebaliknya.
“Bonus demografi ini untuk menentukan apakah negara kita, mampu lepas dari jebakan negara menengah,” kata Airlangga dalam keterangan resminya yang dikutip JCCNetwork.id, Minggu (9/7).
Diperkirakan pada tahun 2030 mendatang, jumlah penduduk dengan usia kerja ditaksir mencapai hampir 201 juta jiwa atau setara dengan 68,1 persen dari total penduduk Indonesia.
Oleh sebab itu, menurut Airlangga, penyediaan lapangan pekerjaan menjadi hal penting dan harus disiapkan dengan baik. Pasalnya, hal ini guna mengantisipasi angkatan kerja yang kian meningkat tajam jumlahnya.
“Nah ini menjadi tantangan buat kita, makanya kita harus meningkatkan produktivitas dan kita harus melakukan continue learning atau belajar terus menerus,” terangnya.
Disamping itu, lanjut dia, peningkatan tenaga kerja Indonesia saat ini masih terbilang rendah. Karenanya, pemerintah terus berupaya untuk menumbuhkan produktivitas tenaga kerja dengan terus meningkatkan kualitas pekerja.
Untuk itu, rencana itu salah satunya dilakukan melalui program Kartu Pekerja yang secara keseluruhan bakal dilakukan secara digital.
“Proyek Strategis Nasional ini mempekerjakan banyak tenaga kerja. Nah ini yang terus kita dorong bahwa inti dari hampir seluruh program kerja Pemerintah adalah untuk mendorong penciptaan lapangan kerja,” tandasnya.




