JCCNetwork.id– Danpaspampres Mayjen Rafael Granada Baay angkat suara terkait tewasnya seorang pemuda asal Mon Keulayu, Kecamatan Gandapura, Bireuen, Aceh di Jakarta, lantaran diduga dianiaya oknum Paspampre berinisial Praka RM yang berdinas di kesatuan Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan (Yonwalprotneg) Paspampres.
“Saat ini pihak berwenang, yaitu Pomdam Jaya sedang melaksanakan penyelidikan terhadap dugaan adanya keterlibatan anggota Paspampres dalam tindak pidana penganiayaan,” kata Rafael, Minggu (27/8/2023).
Rafael mengatakan, soal keterlibatan oknum anggota Paspampres dalam penganiyaan seorang pemuda hingga tewas tersebut masih diselidiki Pomdam Jaya.
Peristiwa penganiyaan ini viral sebab diduga korban diculik terlebih dulu baru kemudian dianiaya oleh oknum Paspampres bersama dua temannya. Peristiwa itu disebutkan terjadi pada Sabtu (12/8).
Tak hanya itu korban juga sempat disebut mendapat ancaman jika tidak mengirimkan uang ke oknum paspampres.
Berdasarkan surat keterangan penyerahan mayat diterbitkan oleh Polisi Militer Kodam Jaya/Jayakarta, pada Kamis (24/8/2023). Oknum pelaku disebut Praka RM dan berdinas di kesatuan Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan (Yonwalprotneg).
Rafael menyampaikan oknum Paspampres itu sudah ditahan di Pomdam Jaya. Jika terbukti melakukan tindak pidana hukum, makan akan diproses secara hukum.
“Bila terbukti adanya anggota Paspampres melakukan tindakan pidana seperti yang disangkakan di atas pasti akan diproses secara hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tandasnya.





















