Beranda blog Halaman 7

Trump Pertimbangkan Perpanjangan Operasi Militer ke Iran

0

JCCNetwork.id- Presiden Amerika Serikat Donald Trump diperkirakan akan mengajukan permohonan perpanjangan waktu kepada Kongres guna melanjutkan operasi militer terhadap Iran, menjelang berakhirnya batas 60 hari tanpa persetujuan legislatif.

Prediksi tersebut disampaikan oleh Earl Rasmussen dalam keterangannya kepada media Rusia, Rabu (29/4/2026). Rasmussen menilai Trump berada dalam posisi yang sulit secara politik dan militer, sehingga kemungkinan besar akan memilih meminta tambahan waktu ketimbang menarik pasukan.

“Trump berada dalam situasi tanpa pilihan menguntungkan, tetapi berusaha mencari jalan keluar. Ia kemungkinan akan meminta perpanjangan tambahan,” kata Rasmussen.

Menurutnya, tidak ada opsi yang benar-benar menguntungkan bagi Trump dalam situasi saat ini. “Ia berada dalam kondisi tanpa pilihan ideal, namun masih berupaya mencari jalan keluar. Salah satu langkah yang mungkin diambil adalah mengajukan perpanjangan,” ujar Rasmussen.

Operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran akan mencapai hari ke-60 pada 1 Mei 2026 sejak pemberitahuan resmi kepada Kongres disampaikan oleh Gedung Putih. Berdasarkan ketentuan War Powers Resolution, presiden wajib mendapatkan persetujuan Kongres apabila ingin melanjutkan operasi militer setelah periode tersebut. Jika tidak, pemerintah harus mulai menarik pasukan, dengan opsi tambahan perpanjangan maksimal 30 hari melalui pemberitahuan tertulis.

Rasmussen menilai, keputusan untuk menarik pasukan berpotensi menimbulkan dampak politik yang merugikan bagi Trump, terutama di tengah tekanan domestik. Di sisi lain, melanjutkan operasi militer juga dinilai berisiko memperburuk konflik yang sudah memanas.

“Jika Trump menarik pasukan, itu tidak akan terlihat baik secara politik. Ia mungkin akan melanjutkan ancamannya, tetapi hasilnya kemungkinan lebih buruk,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar pemerintah AS mempertimbangkan penghentian konflik dan mengakui bahwa langkah militer terhadap Iran merupakan keputusan yang keliru. Rasmussen menambahkan, dinamika politik global, termasuk pengaruh Israel dan kelompok elite di AS, turut berpotensi memperpanjang eskalasi.

Sebelumnya, pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan militer ke wilayah Iran yang mengakibatkan kerusakan signifikan serta korban sipil. Konflik tersebut sempat mereda setelah kedua pihak menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April.

Namun, upaya perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan. Situasi kembali memanas setelah pada 13 April, Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap jalur pelayaran yang keluar-masuk pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi global.

Hingga kini, ketegangan di kawasan masih berlangsung, sementara keputusan Washington terkait kelanjutan operasi militer diperkirakan akan menjadi penentu arah konflik dalam waktu dekat.

Ormas Islam Nyatakan Dukungan untuk Jusuf Kalla

0

JCCNetwork.id- Puluhan pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam menggelar pertemuan dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, pada Selasa (28/4/2026) malam. Pertemuan tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas sekaligus dukungan terhadap JK menyusul munculnya laporan dugaan penistaan agama yang ditujukan kepadanya.

Tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin, yang turut hadir dalam pertemuan itu mengungkapkan, sedikitnya 40 tokoh dan pimpinan ormas Islam berkumpul dalam forum tersebut. Ia menjelaskan, inisiatif pertemuan dilatarbelakangi keprihatinan sejumlah tokoh Islam terhadap dinamika yang berkembang belakangan ini.

“Didasari oleh rasa tak enak di kalangan tokoh-tokoh Islam bahwa terakhir ini yang banyak membela Bapak Jusuf Kalla adalah para tokoh-tokoh Kristiani, baik PGI, dari PGI maupun KWI,” kata Din.

Menurut Din, perhatian muncul karena dukungan terhadap JK justru lebih banyak disuarakan oleh tokoh-tokoh lintas agama, termasuk dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Kondisi tersebut mendorong para pimpinan ormas Islam untuk bersilaturahmi dan menyikapi persoalan yang berkembang.

“Maka pimpinan ormas-ormas Islam merasa tergerak untuk bersilaturahim membicarakan apa yang terjadi terakhir ini, khususnya atas Bapak Jusuf Kalla,” katanya.

Ia menilai, laporan dugaan penistaan agama yang dilayangkan oleh sekelompok masyarakat terkait ceramah JK saat Ramadan di lingkungan kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) telah memicu polemik di ruang publik. Namun, Din menegaskan bahwa tuduhan tersebut lebih bersifat kontroversi yang memunculkan kegaduhan, bukan substansi pelanggaran.

“Pengaduan sekelompok warga masyarakat ke polisi  yang menuduh Bapak Jusuf Kalla melakukan penistaan agama dari ceramah beliau pada bulan suci Ramadan di masjid Kampus UGM ini telah menimbulkan kontroversi, hiruk-pikuk,” ujarnya.

Lebih lanjut, Din menekankan bahwa rekam jejak JK selama ini dikenal luas sebagai tokoh perdamaian, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia mengingatkan peran JK dalam proses penyelesaian konflik di Poso dan Ambon pada awal era reformasi sebagai bukti kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas dan persatuan bangsa.

“Tentu bangsa Indonesia dan umat Islam, ya, tidak terpengaruh, karena mereka mengetahui pasti Bapak Jusuf Kalla adalah tokoh perdamaian tidak hanya di Indonesia, juga di dunia. Beliaulah yang mengambil prakarsa mendamaikan kasus Poso dan kasus Ambon di awal reformasi Indonesia,” ucapnya.

Atas dasar itu, ia menilai tuduhan yang diarahkan kepada JK tidak berdasar dan berpotensi menjadi bentuk fitnah. Din menegaskan, persoalan tersebut sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme hukum agar tidak terus berkembang menjadi polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.

“Maka sungguh tuduhan dari orang-orang tersebut adalah sebuah upaya penyebaran fitnah yang tidak bisa ditolerir. Maka harus diselesaikan secara hukum,” tuturnya.

Pertemuan para tokoh ormas Islam ini diharapkan dapat memperkuat sikap bersama dalam menyikapi isu yang berkembang, sekaligus menjaga kondusivitas sosial di tengah dinamika publik yang kian sensitif terhadap isu-isu keagamaan.

Gibran Perketat Keamanan Pangan Program MBG

0

JCCNetwork.id- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya pengetatan standar keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Arahan tersebut disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah antisipatif untuk memastikan kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat tetap aman dikonsumsi.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan bahwa dirinya baru saja menerima arahan langsung dari Wapres terkait penguatan aspek higienitas dalam operasional dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Salah satu perhatian utama adalah pengelolaan sisa makanan yang dinilai berpotensi menjadi sumber kontaminasi.

“Saya baru dipanggil Pak Wapres membahas terkait dengan keamanan pangan,” ujar Nanik di Jakarta, dikutip Rabu (29/4/2026).

Menurut Nanik, Wapres menegaskan bahwa sisa makanan tidak boleh kembali masuk ke area dapur karena berisiko memicu penyebaran penyakit.

“Pak Gibran mewanti-wanti agar sisa makanan jangan sampai masuk ke dapur, karena sisa makanan ini yang berpotensi menjadi salah satu sumber penyakit,” ungkap Nanik.

Untuk mencegah hal tersebut, proses pembersihan sisa makanan diminta dilakukan di luar area dapur guna menghindari kontaminasi silang terhadap bahan makanan yang masih akan diolah.

“Beliau menyarankan, sisa-sisa makanan dibersihkan di luar dapur,” tambahnya.

Penekanan terhadap prosedur kebersihan ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat standar operasional program MBG yang saat ini terus diperluas jangkauannya. Pemerintah ingin memastikan bahwa selain memenuhi kebutuhan gizi, makanan yang disajikan juga memenuhi standar keamanan pangan yang ketat.

Nanik menambahkan, pemahaman Wapres terhadap sistem pengelolaan dapur dinilai cukup mendalam. Hal ini tidak terlepas dari latar belakang Gibran sebagai mantan pelaku usaha di bidang katering, yang membuatnya memahami secara rinci alur kerja dapur serta titik-titik rawan dalam pengolahan makanan.

“Sebagai mantan pengusaha di bidang katering, Wapres paham benar soal SOP alur dapur dan hal-hal kritis dalam hal keamanan pangan,” ucap Nanik.

Selain isu keamanan pangan, Wapres juga mendorong percepatan pemerataan program MBG, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Berdasarkan hasil kunjungan ke sejumlah daerah di Papua, masih ditemukan wilayah yang belum memiliki fasilitas dapur SPPG.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, BGN membuka peluang keterlibatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Skema ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur dapur tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran negara.

“Sebaiknya wilayah 3T kita melibatkan BUMN, dari CSR mereka bisa untuk membangun dapur, sehingga tidak harus dari APBN untuk membangun dapur atau SPPG,” tutup Nanik.

Langkah kolaboratif tersebut dinilai penting agar program MBG dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata, sekaligus menjaga kualitas dan keamanan makanan yang menjadi bagian dari upaya peningkatan gizi nasional.

Pemerintah Perkuat Perlindungan Perempuan di Ruang Digital

0

JCCNetwork.id- Pemerintah menegaskan pentingnya memperkuat perlindungan perempuan di ruang digital seiring meluasnya akses internet di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa tantangan utama saat ini tidak lagi sebatas membuka akses, melainkan memastikan keamanan dan kenyamanan perempuan dalam memanfaatkan teknologi digital.

Dalam keterangannya pada Rabu (29/4/2026), Meutya menilai perlu adanya langkah konkret agar perempuan dapat berpartisipasi secara optimal tanpa terpapar risiko kejahatan siber. Ia menekankan bahwa akses yang semakin luas harus diimbangi dengan sistem perlindungan yang kuat, sehingga ruang digital menjadi tempat yang produktif sekaligus aman.

“Kalau dulu kita berjuang membuka akses, hari ini tantangannya adalah memastikan akses tersebut dapat dimanfaatkan dengan aman dan produktif. Ketika akses terbuka lebar, pelindungan terhadap perempuan harus semakin kuat,” kata Meutya Hafid dalam keterangannya dilansir Antara, Rabu, 29 April 2026.

Data Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan tingkat konektivitas digital nasional telah menjangkau sekitar 80 persen populasi atau lebih dari 223 juta jiwa. Capaian tersebut dinilai membuka peluang besar bagi perempuan untuk terlibat aktif dalam sektor ekonomi digital maupun aktivitas publik lainnya. Namun demikian, pemerintah mengakui bahwa meningkatnya penetrasi internet juga diiringi dengan berbagai ancaman, seperti penipuan daring, eksploitasi, serta penyebaran konten berbahaya.

Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, pemerintah telah menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 yang mengatur tata kelola sistem elektronik dalam rangka perlindungan anak. Regulasi yang dikenal sebagai PP Tunas ini antara lain membatasi akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap platform digital berisiko tinggi, serta mulai diperkuat implementasinya sejak awal 2026.

Menurut Meutya, kebijakan tersebut tidak hanya ditujukan untuk melindungi anak, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat secara menyeluruh. Dengan demikian, masyarakat, khususnya keluarga, dapat merasa lebih aman saat beraktivitas di dunia maya.

“Harapan kami, dengan aturan ini tidak hanya anak-anak yang terlindungi, tetapi seluruh ekosistem digital menjadi lebih sehat. Orang tua juga akan lebih tenang saat anak dan keluarganya beraktivitas di dunia digital,” ujar Meutya.

Selain aspek perlindungan, pemerintah juga mendorong peningkatan peran perempuan dalam berbagai sektor, termasuk pada posisi strategis di lingkungan pemerintahan. Meutya menilai keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan kebijakan penting untuk menghasilkan keputusan yang lebih inklusif dan responsif terhadap berbagai ketimpangan sosial.

Ia menegaskan bahwa kesetaraan peran antara perempuan dan laki-laki menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing bangsa. Dengan kolaborasi yang seimbang, Indonesia dinilai akan lebih siap menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

“Perempuan dan laki-laki adalah dua sayap bangsa. Jika keduanya bergerak seimbang, Indonesia akan mampu terbang lebih tinggi dalam menghadapi tantangan global,” ungkap Meutya.

Pemerintah pun berkomitmen untuk terus memperkuat regulasi dan literasi digital sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

Sidang Perdana Kasus Air Keras Aktivis Digelar

0

JCCNetwork.id- Pengadilan Militer II-08 Jakarta menggelar sidang perdana kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus pada Rabu (29/4/2026). Sidang yang berlangsung terbuka untuk umum tersebut mengagendakan pembacaan surat dakwaan terhadap empat terdakwa yang diduga terlibat dalam peristiwa kekerasan tersebut.

Berdasarkan informasi resmi dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), perkara ini tercatat dengan nomor registrasi 70-K/PM.II-08/AL/IV/2026. Persidangan dijadwalkan dimulai pukul 09.05 WIB dan digelar di ruang sidang utama Garuda.

“Agenda: pembacaan surat dakwaan. Ruang Sidang Garuda (Utama),” tulis keterangan SIPP Pengadilan Militer II-08 Jakarta.

Empat terdakwa yang dihadirkan dalam persidangan yakni Edi Sudarko (Serda ES), Budhi Hariyanto Widhi Cahyono (Lettu BHW), Nandala Dwi Prasetya (Kapten NDP), serta Sami Lakka (Lettu SL). Mereka akan menjalani proses hukum atas dugaan keterlibatan dalam aksi penyiraman cairan berbahaya yang menyebabkan luka serius pada korban.

Majelis hakim dalam perkara ini dipimpin oleh Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto, dengan anggota Letnan Kolonel Kum Irwan Tasri dan Mayor Laut (H) M. Zainal Abidin. Sementara itu, pihak Oditur Militer II-07 Jakarta mengajukan dakwaan berlapis terhadap para terdakwa.

Dakwaan tersebut mencakup sejumlah pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), antara lain Pasal 469 ayat (1), Pasal 468 ayat (1), serta Pasal 467 ayat (1) dan (2), yang dikaitkan dengan Pasal 20 huruf c KUHP. Seluruh pasal tersebut mengarah pada dugaan tindak penganiayaan yang dilakukan secara terencana.

Kasus ini bermula dari insiden penyiraman air keras yang dialami Andrie Yunus pada Kamis malam (12/4/2026) di kawasan Jalan Selemba I, Jakarta Pusat. Saat kejadian, korban diketahui baru saja meninggalkan sebuah kegiatan podcast di kantor YLBHI dan tengah mengendarai sepeda motor.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan. Selain itu, Andrie juga dilaporkan mengalami gangguan penglihatan pada mata kanan. Korban sempat mendapatkan penanganan darurat di Instalasi Gawat Darurat RSCM sebelum menjalani perawatan lanjutan.

Persidangan ini menjadi sorotan publik mengingat korban merupakan aktivis yang aktif dalam isu-isu hak asasi manusia. Proses hukum yang berjalan diharapkan dapat mengungkap secara terang peristiwa yang terjadi sekaligus memberikan kepastian hukum bagi korban.

MBG Disebut Turunkan Kemiskinan Fakta atau Ilusi?

0

JCCNetwork.id- Bayangkan ada satu program pemerintah yang bukan cuma mengisi piring makan anak-anak, tapi diam-diam menggerakkan roda ekonomi satu daerah. Uang triliunan rupiah mengalir tiap bulan bukan ke pusat, tapi langsung ke desa, ke petani, ke pelaku usaha kecil. Kedengarannya seperti teori ideal. Tapi benarkah dampaknya sebesar itu?

Cerita ini dimulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di atas kertas, tujuannya sederhana meningkatkan kualitas sumber daya manusia lewat pemenuhan gizi. Tapi di lapangan, efeknya ternyata jauh lebih luas.

Di Jawa Barat saja, kata Ketua BGN Dadan Hindayana dalam Forum U25 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum yang dihadiri para rektor pada Senin (27/4/2026) lalu sudah ada sekitar 6.200 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Dari angka itu, muncul fakta yang bikin banyak orang terkejut perputaran uangnya ditaksir mencapai Rp6 triliun setiap bulan.

Angka itu bukan sekadar statistik. Uang tersebut benar-benar berputar di masyarakat. Petani mulai merasakan permintaan yang meningkat. Harga komoditas jadi lebih stabil. Pelaku usaha kecil yang sebelumnya sepi, kini mulai kembali produksi. Dapur-dapur SPPG menjadi pusat aktivitas baru tempat di mana bahan pangan lokal dibeli, diolah, lalu didistribusikan.

Lebih jauh lagi, laporan dari beberapa daerah menunjukkan perubahan yang mulai terasa: angka kemiskinan menurun, pengangguran berkurang, bahkan ketimpangan ekonomi perlahan menyempit. Semua ini disebut terjadi karena satu hal sederhana uangnya tidak berhenti di atas, tapi benar-benar turun dan dibelanjakan di bawah.

“Kami mendapat laporan dari beberapa daerah, gini ratio mulai menyempit, angka kemiskinan turun, dan pengangguran juga menurun karena uang beredar di masyarakat,” kata Dadan dikutip.

Dengan total anggaran program mencapai Rp268 triliun, sebagian besar dana itu sekitar Rp248 sampai 249 triliun langsung mengalir ke daerah melalui setiap SPPG. Satu unit saja bisa mengelola sekitar Rp1 miliar per bulan. Dan yang menarik, sekitar 70 persen anggaran digunakan untuk membeli bahan baku, di mana 95 persen berasal dari sektor lokal: pertanian, peternakan, dan perikanan.

Di titik ini, muncul pertanyaan penting. Apakah ini benar-benar solusi jangka panjang untuk ekonomi daerah? Atau hanya efek sementara dari aliran dana besar yang suatu saat bisa berhenti?

Karena di balik angka-angka yang terlihat menjanjikan, selalu ada sisi lain yang perlu diuji: keberlanjutan, efektivitas, dan apakah manfaatnya benar-benar merata.

Pada akhirnya, MBG bukan cuma soal makan bergizi. Ini tentang bagaimana kebijakan bisa menyentuh langsung kehidupan masyarakat atau justru hanya terlihat berhasil di permukaan.

Menurut kamu, program seperti ini benar-benar bisa jadi penggerak ekonomi daerah dalam jangka panjang? Atau ada hal lain yang perlu diperbaiki? Yuk, share pendapatmu.

Satu Rahim, Dua Ayah Kisah Nyata yang Lebih Aneh dari Film

0

JCCNetwork.id- Pernah kebayang nggak dua anak kembar lahir dari rahim yang sama tapi ternyata punya ayah yang berbeda? Kedengarannya seperti cerita film. Tapi ini nyata. Melansir dari media BBC News Semua bermula pada tahun 2018, ketika seorang perempuan datang ke Universitas Nasional Kolombia dengan satu pertanyaan sederhana: siapa ayah dari anak kembarnya?

Tes DNA pun dilakukan. Biasa. Prosedurnya standar. Sampel diambil, dianalisis, dibandingkan. Tapi hasil pertama membuat para ilmuwan terdiam.

Mereka mengulang tes itu lagi. Bahkan dari awal. Memastikan tidak ada kesalahan. Tidak ada sampel yang tertukar. Namun hasilnya tetap sama. Kedua anak itu memiliki ibu yang sama tapi ayah yang berbeda.

Fenomena ini dikenal sebagai superfekundasi heteropaternal kondisi yang sangat langka di dunia. Bahkan dalam jurnal ilmiah, kasus seperti ini hanya tercatat sekitar 20 kali. Bayangkan, dalam puluhan ribu bahkan jutaan kelahiran hanya segelintir yang mengalami hal ini.

Di sinilah ceritanya mulai terasa “tidak masuk akal”. Bagaimana mungkin dua bayi kembar bisa punya ayah berbeda?

Para ilmuwan, termasuk William Usaquén, menjelaskan bahwa ini hanya bisa terjadi jika beberapa kondisi langka terjadi bersamaan. Seorang perempuan harus melepaskan lebih dari satu sel telur dalam satu siklus, lalu berhubungan dengan dua pria berbeda dalam waktu yang sangat berdekatan dalam hitungan jam hingga hari.

Dan yang lebih sulit lagi kedua sel telur itu harus dibuahi sebelum “masa hidupnya” berakhir. Seperti rangkaian kebetulan yang terus berlapis. Satu kejadian langka disusul kejadian langka lainnya hingga akhirnya terjadi sesuatu yang hampir mustahil.

Dalam kasus ini, para peneliti menganalisis hingga 17 titik DNA menggunakan teknologi mikrosatelit. Hasilnya sangat jelas: satu anak cocok dengan pria yang diuji, sementara anak lainnya tidak.

Artinya mereka memang saudara kembar, tapi secara biologis memiliki ayah yang berbeda. Klimaksnya ada di sini, selama 26 tahun memimpin laboratorium, Usaquén mengaku ini adalah pertama kalinya ia menemukan kasus seperti ini secara langsung.

Dan mungkin masih banyak kasus lain yang tidak pernah terungkap. Karena tidak semua orang melakukan tes DNA. Cerita ini akhirnya membuka satu fakta yang menarik sekaligus mengejutkan bahwa tubuh manusia masih menyimpan banyak misteri yang belum sepenuhnya kita pahami.

Dan kadang, kebenaran yang ditemukan sains justru lebih aneh dari fiksi. Menurut kamu, apakah fenomena seperti ini akan semakin sering terungkap di masa depan seiring teknologi berkembang? Atau justru tetap jadi kejadian super langka? Tulis pendapatmu di kolom komentar aku penasaran kamu ini masuk akal atau ini terlalu mustahil.

Hasil Terburuk Indonesia di Thomas Cup

0

JCCNetwork.id-Indonesia dipastikan tersingkir lebih awal dari Piala Thomas 2026 setelah menelan kekalahan telak 0-4 dari Prancis pada laga penentuan Grup D di Forum Horsens, Denmark, Selasa (29/4/2026) dini hari WIB.

Hasil ini memastikan langkah Tim Thomas Indonesia terhenti di fase grup, yang menjadi catatan terburuk sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di turnamen beregu putra tersebut.

Kekalahan Indonesia diawali dari sektor tunggal pertama. Jonatan Christie gagal mengamankan poin setelah kalah dari Christo Popov dengan skor 19-21, 14-21.

“Karena memang sekarang posisinya kami juga membutuhkan kemenangan, rasa itu cukup menghantui saya. Dan saya lebih merasakan pressure,” ungkap Alwi dalam keterangan resmi PP PBSI.

Hasil serupa terjadi pada tunggal kedua, di mana Alwi Farhan tak mampu mengatasi perlawanan Alex Lanier dan kalah 16-21, 19-21, membuat Indonesia tertinggal 0-2.

Alwi mengakui tekanan pertandingan memengaruhi performanya. Ia juga menyebut kekuatan pukulan lawan menjadi faktor penentu dalam duel tersebut.

“Hari ini tidak terlalu berbeda pola yang diterapkan lawan tapi dia power-nya sangat besar ya, jadi antisipasinya tadi saya beberapa kali lepas,” ujarnya.

“Dia banyak mendapatkan poin dari situ, saya harus perbaiki untuk ke depan,” imbuh Alwi.

Kepastian tersingkir Indonesia semakin nyata setelah Anthony Sinisuka Ginting gagal menyamakan kedudukan.

Dalam pertandingan tunggal ketiga yang berlangsung ketat, Ginting kalah dari Toma Junior Popov lewat rubber game 22-20, 15-21, 20-22. Hasil itu memastikan Prancis unggul 3-0 dan mengunci kemenangan.

Meski hasil akhir sudah tidak memengaruhi kelolosan, partai keempat tetap digelar.

Pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani kembali gagal menyumbang poin setelah kalah 19-21, 19-21 dari pasangan Prancis Eloi Adam/Leo Rossi, sehingga skor akhir menjadi 0-4.

Dengan hasil ini, Indonesia resmi tersingkir di fase grup Piala Thomas 2026, mengakhiri tradisi panjang sebagai salah satu kekuatan utama bulu tangkis beregu putra dunia.

Sebelumnya, capaian terburuk Indonesia adalah tersingkir di perempat final pada edisi 2012.

Kegagalan ini juga menandai evaluasi besar bagi sektor bulu tangkis Indonesia, terutama pada regenerasi pemain tunggal dan konsistensi sektor ganda.

Sementara itu, Prancis mencatat pencapaian bersejarah dengan keberhasilan melaju dari grup dan menunjukkan kekuatan generasi baru mereka di level dunia.

Dua Warga Sulsel Jadi Sandera Perompak Somalia

0

JCCNetwork.id-Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bergerak cepat menindaklanjuti kasus penyanderaan awak Kapal Tanker Honour 25 oleh perompak di perairan Somalia yang terjadi sejak 21 April 2026.

“Kami telah menghubungkan keluarga korban dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan Kementerian Luar Negeri. Kami terus memantau perkembangannya,” kata Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di Makassar, Selasa.

Dua warga asal Sulsel dilaporkan menjadi korban dalam insiden tersebut.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di Makassar, Selasa, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan Kementerian Luar Negeri, untuk memastikan penanganan kasus berjalan intensif.

“Kami telah mengunjungi keluarga korban dan menghubungkan mereka dengan pihak kementerian, termasuk Wakil Menteri P2MI, untuk mendapatkan informasi terkini,” ujarnya.

Korban diketahui bernama Ashari Samadikun, kapten kapal asal Kabupaten Gowa, serta Faizal yang bertugas sebagai mualim III asal Kabupaten Bulukumba.

Pemerintah daerah juga telah menugaskan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi untuk memberikan pendampingan langsung kepada keluarga korban.

“Kami memastikan pemerintah hadir dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar para korban dapat segera dibebaskan dengan selamat,” katanya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sulsel, Jayadi Nas, mengatakan pihaknya telah mengunjungi keluarga korban di Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa, guna memberikan dukungan sekaligus memperkuat koordinasi dengan kementerian terkait.

Menurutnya, komunikasi terakhir dengan pihak terkait menyebutkan para awak kapal masih dalam kondisi selamat, meski situasi penyanderaan belum stabil.

Pemerintah pusat disebut terus mengupayakan pembebasan melalui jalur diplomasi dengan melibatkan otoritas internasional.

“Suami saya sempat meminta agar tidak dihubungi lagi karena khawatir teleponnya digunakan oleh perompak,” ujarnya.

Sementara itu, keluarga korban berharap proses negosiasi dapat segera membuahkan hasil. Istri kapten kapal, Santi Sanaya, mengungkapkan sempat berkomunikasi dengan suaminya sebelum situasi memburuk.

Ia menyebutkan adanya upaya negosiasi antara awak kapal dan perompak, meski terkendala bahasa.

“Situasinya tidak menentu, kadang mencekam. Suami saya juga sempat ditodong senjata,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, para sandera masih mendapatkan makanan dan kesempatan beribadah, namun berada dalam tekanan.

Total terdapat 17 awak kapal yang disandera, termasuk empat warga negara Indonesia.

Pemerintah menegaskan akan terus mengawal proses pembebasan hingga seluruh awak kapal dapat kembali dengan selamat.