Beranda blog Halaman 2594

DPR Menolak PERPPU Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang

0

Oleh: Anthony Budiawan – Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies)

JCCNetwork.id- Pembuatan undang-undang semakin buruk, terkesan semakin semaunya, dan semakin tirani.

Perintah Mahkamah Konstitusi diabaikan. UU Cipta Kerja yang dinyatakan inkonstitusional (bersyarat) dan harus diperbaiki, dijawab pemerintah dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) pada 30 Desember 2022.

Terkesan, pemerintah tidak menghormati Mahkamah Konstitusi, bahkan terkesan membangkang perintah Mahkamah Konstitusi, sebuah lembaga yudikatif yang mempunyai wewenang “memberhentikan” presiden, atas permintaan DPR.

Seolah-olah pemerintah sebagai lembaga eksekutif lebih berkuasa dari lembaga yudikatif, dan lembaga legislatif.

PERRPU merupakan wewenang yang diberikan kepada Presiden dalam hal ada kondisi darurat, dan tidak ada undang-undang yang memadai untuk menghadapi kondisi darurat tersebut.

PERPPU Cipta Kerja tidak memenuhi kriteria untuk diterbitkan PERPPU, karena memang tidak ada kondisi darurat atau kegentingan memaksa, yang kemudian dimanipulasi untuk diada-adakan.

Setelah PERPPU diterbitkan, PERPPU hanya berlaku sementara sampai mendapat persetujuan dari DPR untuk disahkan menjadi UU. Karena PERPPU terkait kondisi darurat, maka DPR wajib memberi persetujuan secepatnya, yaitu, dalam persidangan yang berikutnya.

Pasal 22 konstitusi berbunyi:

(1) Dalam hal ihwal kegentingan yang memaksa, Presiden berhak menetapkan peraturan pemerintah sebagai pengganti undang-undang.

(2) Peraturan pemerintah itu harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat *dalam persidangan yang berikut.

(3) Jika tidak mendapat persetujuan, maka peraturan pemerintah itu harus dicabut.

Kalau DPR tidak menyetujui PERPPU dalam persidangan berikutnya, berarti DPR berpendapat tidak ada kondisi darurat seperti dimaksud dalam PERPPU. Artinya, DPR menolak PERPPU.

PERPPU Cipta Kerja diterbitkan pada 30 Desember 2022. Ketika itu DPR sedang reses sampai 9 Januari 2023, dan baru kembali ke masa persidangan berikutnya, masa persidangan III, pada 10 Januari hingga 16 Februari 2023.

Ternyata, sidang paripurna DPR pada 16 Februari 2023 tidak membahas PERPPU No 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja. Artinya, DPR menolak PERPPU Cipta Kerja, dan menurut konstitusi PERPPU tersebut harus dicabut.

Sebagai konsekuensi, UU terkait Cipta Kerja sudah tidak berlaku lagi: UU Cipta Kerja dan PERPPU Cipta Kerja tidak berlaku lagi.

Yang berlaku saat ini adalah semua undang-undang awal tersebut, seperti sebelum ditetapkan UU Cipta Kerja maupun PERPPU Cipta Kerja yang inkonstitusional dan tidak disahkan menjadi UU.

Kapolri  Siap Bersinergi dengan PSSI Babat Habis Mafia Bola

0

JCCNetwork.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan siap bersinergi dengan Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang baru terpilih dalam menyelenggarakan sepak bola yang jauh lebih baik dan Fair Play. Diantaranya adalah, upaya memberantas serta memberangus Match Fixing atau pengaturan skor.

“Kami, Polri siap mendukung penuh dan telah mempersiapkan Satgas-Anti Mafia Bola untuk mengawal kebijakan itu,” kata Sigit di Media Center Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu 19 Februari 2023.

Sigit berharap upaya pembentukan sepak bola yang Fair Play benar-benar terwujud. Sehingga para pemain tersebut bisa dipersiapkan untuk menghadapi kejuaraan baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Dan tentunya Satgas Anti-Mafia Bola ini akan terus mengawal setiap penyelenggaraan baik di Liga 1, 2, dan 3 serta seluruh event sepak bola yang akan diselenggarakan oleh PSSI,” ujar mantan Kabareskrim Pori itu.

Dengan adanya semangat dan sinergitas yang sama dari PSSI dan Polri, Sigit optimis bahwa, kedepannya tujuan untuk mewujudkan persepakbolaan Indonesia yang sesuai standar FIFA akan terlaksana dengan baik.

“Selain mendukung program pemberantasan permainan skor, kami juga mendukung agar pelaksanaan sepak bola Indonesia semakin baik dan sesuai standar FIFA,” ucap Sigit.

Sigit menegaskan pihaknya mempunyai pengalaman bagaimana mengoperasionalkan Satgas Anti-Mafia Bola pada periode 2018-2020.

Dimana saat itu, terdapat 18 tersangka yang diproses baik dari organisasinya, manajemen perangkat pertandingan termasuk pemain dan perantara. Bahkan saat ini, kata Sigit, ada 15 sub Satgas Anti-Mafia Bola yang terbentuk dan tersebar di seluruh wilayah.

“Saya kira sesuai apa yang menjadi kebijakan Ketum PSSI yang baru untuk melibatkan Satgas akan terus kita perkuat,” tutur Sigit.

Lebih dalam, Sigit mengungkapkan, dalam mewujudkan persepakbolaan Indonesia yang jauh lebih baik, Polri telah mengundang pemateri dari Conventry University Inggris, untuk memberikan pelatihan manajemen kompetisi.

Tak hanya itu, Sigit menyebut, Polri juga telah menerbitkan Peraturan Polri (Perpol) Nomor 10 Tahun 2022 Tentang Pengamanan Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga.

Dengan adanya hal itu, diharapkan, mampu menyelenggarakan giat pengamanan sepak bola dengan baik sesuai standar FFA. Termasuk didalamnya melakukan assesmen dan manajemen risiko termasuk keselamatan penonton dan pemain.

“Kami juga melaksanakan pelatihan dengan menghadirkan ahli dari Conventry University Inggris untuk berikan pemahaman terhadap para anggota termasuk anggota Liga Indonesia Baru (LIB). Kita harapkan ini bisa kita lakukan transfer knowledge dan betul-betul memperbaiki pola pengamanan yang lebih baik,” papar mantan Kapolda Banten itu.

Terkait masalah perizinan, menurut Sigit, pihaknya selalu berkoordinasi dengan LIB dalam hal ini operator atau pelaksana yang ditunjuk PSSI.

“Ini semua kita lakukan evaluasi apakah kemudian dilakukan assesmen risiko terkait kelayakan stadion yang digunakan dan sebagainya,” kata Sigit.

Sigit mengaku banyak pelajaran yang bisa diambil dari pengalaman sebelumnya. Prinsipnya, Polri ingin melakukan perbaikan agar kompetisi berjalan baik serta keselamatan penonton dan pemain terjaga dengan baik.

“Prinsipnya, Polri siap mendukung dan babat habis pelaku mafia bola,” tutup Sigit.

Setahun Konflik, Perang Ukraina-Rusia Tidak Ada Tanda Mereda,  Perang  Semakin Panjang

0

Oleh: Achmad Nur Hidayat (CEO Narasi Institute, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta)

JCCNetwork.id- Hari ini tepat 1 tahun sejak 20 Februari 2022 Perang Ukraina-Rusia dimulai. Setelah 1 tahun perang, Pihak Uni Eropa malah memasang ‘mode perang mendesak’. Hal ini menunjukan bahwa penyelesaian perang dan pintu perdamaian semakin jauh.

Bagaimana masa depan perang Ukraina-Rusia, Akankah terakselerasi ke Polandia dan Negara Uni Eropa lainnya?

Josep Borrell mengklaim perang di Ukraina akan berakhir kecuali blok NATO menyelesaikan kekurangan amunisi.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell telah menyerukan lebih banyak senjata untuk Ukraina dan pengiriman amunisi yang lebih cepat. Kata-katanya datang di tengah janji-janji Barat tentang pengiriman persenjataan baru untuk Kiev dan meningkatnya kekurangan stok bloknya sendiri.

“Kami berada dalam mode perang yang mendesak,” kata Borrell pada hari Minggu 19 Feb 2023, pada hari terakhir Konferensi Keamanan Munich.

Dia menambahkan bahwa konflik akan berakhir jika kekurangan amunisi tidak diselesaikan dalam hitungan minggu.

Diplomat itu mengeluhkan menipisnya persediaan Eropa, mengklaim bahwa NATO “melupakan perang klasik … hanya terlibat dalam pasukan ekspedisi dan teknologi Blitzkrieg.”

Dia mengumumkan bahwa para menteri pertahanan UE akan mengadakan pertemuan khusus pada 8-9 Maret untuk mencoba menyelesaikan masalah ini.

Kelihatannya para menteri pertahanan Uni Eropa akan bersepakat memberikan lebih banyak bantuan Dana kepada Ukraina. Bantuan dana tersebut termasuk didalamnya pembelian alat-alat perang yang masif.

Borrell mengatakan bahwa dia akan mempresentasikan gagasan untuk menggunakan 3,6 miliar euro ($3,6 miliar) dari Fasilitas Perdamaian Eropa untuk bersama-sama membeli amunisi untuk Kiev, menggunakan pengalaman UE dalam pengadaan bersama vaksin Covid-19.

Publik dunia akan membayangkan bagaimana bila miliaran AS dollar dalam waktu dekat akan dikonversi menjadi sistem pertahanan Ukraina yang canggih.

Dunia barat makin menyatukan tekadnya untuk menghentikan perang Ukraina-Rusia hanya melalui cara perang yang berdarah dan menciptakan tragedi kemanusiaan yang mengerikan.

Langkah dunia barat terlihat tidak bijaksana, sementara langkah Rusia juga memperkeruh proses perdamaian dengan terus menerus membordir kota-kota di Ukraina.

Borrell sendiri telah mewaspadai kekurangan amunisi pada bulan September, dengan mengatakan persediaan “habis”.

Penilaian ini juga digaungkan oleh Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, yang memperingatkan bahwa negara-negara Aliansi kehabisan amunisi yang dapat mereka sumbangkan untuk upaya perang Kiev.

Beberapa negara UE dan AS telah berjanji untuk mengirim tank modern buatan Barat ke Ukraina; Namun, prosesnya akan memakan waktu berbulan-bulan tanpa jadwal yang jelas.

Inggris dan Prancis juga mempertimbangkan untuk mengirim jet tempur ke Kiev, dengan London sudah melatih pilotnya. Namun, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan awal bulan ini bahwa mengirim pesawat tempur bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan dalam beberapa minggu mendatang.

*Blok Barat Seharusnya Bijak, Blok Rusia Sebaiknya Menahan Diri*

Menggunakan kacamata perlombaaan bantuan perang untuk Ukraina dalam menyelesaikan konflik adalah cara berfikir yang aneh. Bukannya meredakan konflik, upaya tersebut malah akan memperpanjang konflik.

Narasi petinggi Uni Eropa baik disampikan oleh Josep Borrel maupun Jens Stoltenberg malah memperkeruh suasana. Apakah petinggi Uni Eropa tersebut tidak memikirkan dampaknya kepada rakyat Ukraina dan Kehancuran total kota-kota di Ukraina?

Publik dunia menyakini bahwa pengiriman senjata ke Kiev tidak akan menghentikan Rusia mencapai tujuan operasi militer mereka, tetapi justru akan “memperpanjang penderitaan” untuk Ukraina.

Melihat situasi yang seperti ini, sepertinya dunia pesimis setelah 1 tahun konflik Ukraina-Rusia akan mereda. Sesungguhnya yang akan terjadi konflik tersebut akan berkepanjangan.

Luhut Pandjaitan Ungkap Tenaga Kerja China, Biayanya Lebih Mahal

0

JCC Network – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan biaya bagi tenaga kerja China.

Ia mengakui, bahwa mendatangkan tenaga kerja dari negara China sangatlah mahal.

Ungkapan itu disampaikan Luhut saat menjelaskan pentingnya mendirikan politeknik berbasis industri di tanah air.

Hal tersebut dimaksudkan agar menciptakan tenaga kerja di Indonesia yang terdidik dan terampil.

Terlebih lagi, kata Luhut termasuk mengoperasikan mesin. Sehingga, Indonesia tidak perlu lagi mendatangkan tenaga kerja asing hanya sekedar mengoperasikan mesin industri semata.

“Karena industri membutuhkan orang yang mumpuni untuk menjalankan mesin. Karena kalau mendatangkan karyawan dari China, biayanya lebih mahal,” kata Luhut Pandjaitan dalam keterangannya yang di kutip JCC Network dari Kabardpr.com, Senin (20/2/2023).

“Mereka paham, jari orang Indonesia itu sangat bagus,” tambahnya.

Seperti di ketahui, bahwa pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan hilirisasi terutama di sektor komoditas andalan Indonesia. Terlebih di sektor Nikel, bauksit dan lain sebagainya.

Pasalnya, hilirisasi industri dalam negeri menjadi salah satu kunci dari keberhasilan Indonesia untuk mempertahankan pertumbuhan poisitif.

Apalagi di tengah melemahnya perekonomian dunia setelah di terpa badai pandemi Covid-19 dan faktor lainnya.

Luhut menjelaskan, bahwa pemerintah akan terus mengembangkan hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah dari SDA Indonesia yang melimpah.

“Hilirisasi industri ini akan mendatangkan banyak manfaat kepada para penduduk di sekitar lokasi industri hilirisasi berada,” jelasnya.

Salah satunya, lanjut dia, seperti halnya pembangunan infrastruktur dan SDM yang di lakukan pemerintah di Papua.

“Kami sudah membuktikan satu hal bahwa membangun infrastruktur dan membangun manusia yang terdidik dan terampil bisa kita lakukan bersama-sama,” pungkasnya.

Serius Pemerintah Tidak Punya Database?

0

JCC Network – Kali ini, Jurnalis dan Content Creator (JCC Network) dalam program Pro Otonomi bersama Wakil Ketua Umum DPP KNPI, Stalino Saerang menyoal ‘Kontribusi dan Harapan Pemuda Bangun Daerah’.

Dugaan Bisnis Gelap Dunia Pendidikan di Indonesia

0

JCC NETWORK – Terungkap! dugaan bisnis gelap dunia pendidikan ini mengerikan. Bahwa dengan perkembangan zaman di dunia pendidikan yang terus berubah dengan signifikan sehingga banyak merubah pola pikir pendidik.

Dari pola pikir yang awam dan kaku menjadi lebih modern. Hal tersebut sangat berpengaruh dalam kemajuan pendidikan di Indonesia.

Seiring dengan kemajuan akses pendidikan dan dunia bisnisnnya, semakin gila-gilaan praktek kotor yang bisa menyebabkan kehancuran kemuliaan dunia pendidikan itu sendiri.

Menyikapi hal tersebut pengamat pendidikan sekaligus dekan Fisip Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta, Ichy Amahoru mengkritisi dengan cara mengungkapkan sekelumit persoalan dan kebobrokan mal administrasi di dalam tubuh UIC tersebut.

Bermula dari proses peralihan kepemimpinan (Rektor UIC) oleh pihak yayasan UIC dan Senat UIC yang sama-sama mempertahankan kebenaran menurut versinya.

Sehingga, malasah ini besar kemungkinan akan berdampak negatif terhadap aktivitas pendidikan dan belajar-mengajar di UIC Jakarta (Mahasiswa Korban kepentingan politik pendidikan).

Sekedar diketahui, bahwa tujuan pendidikan adalah menciptakan seseorang yang berkwalitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas kedepan untuk mencapai suatu cita-cita yang di harapkan.

Selain itu mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di dalam berbagai lingkungan. Karena pendidikan itu sendiri memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan.

Gegara Minyak Kita Langka, Bisa Picu Inflasi

0

JCCNetwork.id- Minyak goreng subsidi merek Minyakita, mulai langka di Provinsi Jambi. Hal tersebut menyebabkan harga secara otomatis melonjak tinggi.

“Minyak goreng Minyakita yang ada di Provinsi Jambi kami akui ada kelangkaan, maka tentu harga akan melonjak tinggi,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, Sabtu (18/2/2022).

Menurutnya, minyak subsidi Minyakita di pasar mengalami kelangkaan, karena memiliki harga yang terjangkau dibandingkan dengan minyak yang lainnya.

Bahkan, bila terus-menerus mengalami kelangkaan akan memiliki dampak seperti harganya akan tinggi, sehingga potensi memunculkan inflasi.

“Yang jelas di pasaran ada kekurangan Minyakita, sedangkan minyak non subsidi yang lain tidak ada masalah, yang langka Minyakita,” tutup Sudirman.

Habib Syakur: Jokowi Terlambat, Lho Kok Bisa?

0

JCC Network – Kali ini Jurnalist & Conten Creator (JCC Network) menggelar podcast. Kali ini bersama Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid.

Podcast ini menyikapi pernyataan tegas dari Presiden Jokowi soal larangan membangun tempat ibadah yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

Pasang Surut Pelayanan Berbasis Digital di Indonesia

0

JCC Network – Pasang Surut Pelayanan Berbasis Digital, Kalau Mulai Jahat Hasilnya Pasti Kejahatan. Pasang surut pelayanan berbasis digital di daerah masih saja terus bergulir.

Pasalnya infratruktur penunjangnya masih belum masimal. Di tambah lagi belum semua Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat melek akan pelayanan berbasis digital.

“Jadi, begini sarannya dari ahlinya biar tidak seperti tema Pasang Surut Pelayanan Berbasis Digital, Kalau Mulai Jahat Hasilnya Pasti Kejahatan,” kata Eugenius Kau Suni ST MT, Akademisi atau Auditor Teknologi IATI BRIN dalam acara Podcast JCC Network Program Pro Otonomi dan dukung oleh Institute for Development of Policy and Local Partnership (IDP-LP).