JCCNetwork.id- Kebakaran melanda kawasan permukiman padat di Jalan Kapuk Muara III, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (8/10/2026) pagi. Api menghanguskan sejumlah rumah dan lapak warga di atas lahan seluas sekitar 5.000 meter persegi.
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara menduga kebakaran tersebut dipicu korsleting listrik. Dugaan itu disampaikan setelah petugas melakukan penanganan terhadap kobaran api yang sempat membesar di tengah permukiman.
Kasi Operasi Gulkarmat Jakarta Utara Gatot Sulaeman mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, Ketua RT setempat melihat kobaran api yang cukup besar berasal dari lapak milik warga bernama Nurhen.
Melihat kondisi tersebut, Ketua RT kemudian segera menghubungi Satgas Pemadam Kebakaran Kapuk Muara untuk meminta bantuan penanganan.
“Dugaan penyebab kebakaran adalah korsleting listrik,” kata Kasiops Gulkarmat Gatot Sulaeman di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 8 Oktober 2026.
Laporan kebakaran kemudian diterima petugas pada sekitar pukul 06.15 WIB. Tidak lama berselang, armada pemadam tiba di lokasi pada pukul 06.20 WIB dan langsung melakukan operasi pemadaman.
Besarnya kobaran api serta kondisi permukiman yang padat membuat petugas mengerahkan kekuatan cukup besar. Sebanyak 115 personel dengan dukungan 23 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk mengendalikan api agar tidak semakin meluas ke bangunan di sekitarnya.
“Total ada 115 personel dengan 23 unit mobil pemadam yang dikerahkan memadamkan api tersebut,” kata Gatot.
Upaya pemadaman berlangsung selama beberapa jam. Petugas berhasil melokalisasi kobaran api pada pukul 07.25 WIB. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan mulai pukul 07.58 WIB guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Operasi penanganan kebakaran akhirnya dinyatakan selesai pada pukul 10.23 WIB.
Gatot memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebanyak 45 jiwa yang terdiri dari warga dan kepala keluarga berhasil diselamatkan dari lokasi kebakaran.
“Alhamdulillah api berhasil dipadamkan. Total 45 jiwa dan kepala keluarga berhasil selamat dalam kejadian ini,” kata Gatot.
Objek yang terdampak kebakaran terdiri atas rumah warga dan sejumlah lapak yang berada di kawasan dengan luas lahan sekitar 5.000 meter persegi. Kondisi permukiman yang padat menyebabkan api berpotensi cepat menjalar sehingga penanganan dilakukan dengan mengerahkan puluhan armada dan personel.
Berdasarkan pendataan awal, kerugian materi akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar.
Petugas Gulkarmat memastikan penanganan dilakukan hingga seluruh titik api dinyatakan aman. Sementara itu, penyebab kebakaran masih merujuk pada dugaan awal berupa korsleting listrik.
























