Pemerintah Salurkan Beras untuk 33,2 Juta KPM

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pemerintah kembali menggulirkan program bantuan pangan beras bagi 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada periode Juli hingga September 2026. Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat stabilitas pasokan dan harga beras di pasar nasional.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Maino Dwi Hartono, mengatakan setiap keluarga penerima akan memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram setiap bulan selama tiga bulan penyaluran.

- Advertisement -

Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan pangan pokok, sekaligus mengurangi tekanan harga beras yang berpotensi meningkat di tingkat konsumen.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan pangan pada tahun ini berlangsung tanpa jeda. Sebelumnya, pemerintah telah memperpanjang distribusi bantuan untuk alokasi Februari dan Maret hingga selesai pada akhir Juni 2026. Dengan demikian, program bantuan beras terus berlanjut memasuki tahap berikutnya mulai Juli hingga September.

Keberlanjutan program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menjaga perlindungan sosial bagi masyarakat sekaligus mempertahankan stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.

- Advertisement -

Maino menuturkan, cakupan bantuan pangan beras sepanjang 2026 menjadi lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 penyaluran hanya dilakukan selama empat bulan, yakni Juni, Juli, Oktober, dan November, maka pada tahun ini pemerintah mengalokasikan program sedikitnya selama lima bulan sehingga manfaat yang diterima masyarakat menjadi lebih luas.

Selain memberikan perlindungan kepada masyarakat, program bantuan pangan dinilai turut berkontribusi terhadap pengendalian inflasi sektor pangan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pangan secara tahunan hingga Juni 2026 tercatat sebesar 5,58 persen, menurun dibandingkan Mei yang mencapai 6,24 persen.

Sementara itu, inflasi pangan bulanan juga mengalami perlambatan dari 0,22 persen pada Mei menjadi 0,14 persen pada Juni. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh pergerakan harga sejumlah komoditas strategis, termasuk bawang merah, bawang putih, dan beras.

Data BPS juga menunjukkan inflasi pangan berdasarkan tahun kalender periode Januari hingga Juni 2026 berada di angka 1,61 persen. Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 2,15 persen, menandakan kondisi harga pangan nasional pada semester pertama tahun ini semakin terkendali.

Pemerintah menilai berbagai intervensi yang dilakukan, mulai dari bantuan pangan, penguatan cadangan beras pemerintah hingga upaya menjaga kelancaran distribusi, memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga di berbagai daerah.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional yang juga menjabat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah akan terus menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat di tengah berbagai tantangan global yang berpotensi memengaruhi produksi maupun pasokan beras.

Ia memastikan pemerintah terus memperkuat program swasembada pangan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. Upaya tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar program bantuan pangan tidak hanya menjadi perlindungan sosial bagi masyarakat, tetapi juga mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan menuju visi Indonesia Emas 2045.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Benahi Pelayanan Publik, Kemendagri Gelar Forum Konsultasi Standar Layanan Luring

JCCNetwork.id - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk meninjau dan menyempurnakan standar pelayanan konsultasi luar jaringan (luring) di lingkungan kantor...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
KPK Ungkap Dugaan Uang Korupsi Dipakai Bupati Klaten untuk Bayar Utang Pilkada #shorts #trending
01:21
Video thumbnail
Terkuak, Bupati Klaten Diduga Terima Setoran Rutin Rp1,8 Miliar dari OPD hingga BUMD
09:31
Video thumbnail
Anggota Parlemen Malaysia Desak ASEAN Protes ke Indonesia soal Kabut Asap
10:00
Video thumbnail
KPK Ungkap Tong Biru Isi Uang Diduga Hasil Korupsi Bupati Klaten #shorts #trending
01:59
Video thumbnail
Bukan Brankas, KPK Ungkap Dugaan Uang Hasil Korupsi Bupati Klaten Disimpan dalam Tong Biru
08:31
Video thumbnail
Jokowi Blak-blakan Duga Ada Manuver untuk Hancurkan Reputasinya dan Gibran #shorts #trending
01:27
Video thumbnail
KPK Bongkar Dugaan Korupsi di BNPB, Gepokan Uang hingga Emas Dipamerkan
08:28
Video thumbnail
KPK Ungkap Dugaan Dana Bencana BNPB Dipakai Beli Saham Rp30,98 Miliar #shorts #trending
01:59
Video thumbnail
KPK Bongkar Aliran Uang Miliaran dan Emas 325 Gram ke Pejabat BNPB dalam Kasus Korupsi Dana Bencana
13:39
Video thumbnail
Gugatan UU Pilkada Ditolak MK, Ini Alasan Ambang Batas Pencalonan Kepala Daerah Dipertahankan
08:07
Video thumbnail
KPK Ungkap Dugaan Penyelewengan Dana Bencana Rp148 Miliar oleh Adik Eks Kepala BNPB
14:44
Video thumbnail
Pemerintah Dituding Tebang Hutan, Mentan Amran UngkapPembukaan Sawah di Papua
08:04
Video thumbnail
Terungkap, KPK Beberkan Dugaan Dana Siap Pakai BNPB Dipakai Beli Saham Rp30,98 Miliar
22:12
Video thumbnail
Resmi Jadi KSAD, Jenderal Tandyo Siap Turunkan Pasukan Bantu Pemadaman Karhutla #shorts
01:08
Video thumbnail
Lawan Ancaman Karhutla, BPGMN Dorong Budidaya Sagu hingga Jelutung di Lahan Gambut
08:44
Video thumbnail
Resmi Jadi KSAD, Jenderal Tandyo Siap Turunkan Pasukan Bantu Pemadaman Karhutla
08:50
Video thumbnail
Baru Dilantik, Kristomei Buka Peluang Rombak Personel BNPB Buntut Kasus Korupsi
08:29
Video thumbnail
Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Isu Pindah ke PSI: Kabar dari Mana?
01:44
Video thumbnail
Momen Menta Amran Sebut Mahasiswi PPL Kesayangannya, Langsung Dihadiahi Motor #shorts #trending
01:15
Video thumbnail
Bikin Haru, Mentan Amran Sebut Mahasiswi PPL Kesayangannya hingga Dihadiahi Motor
11:01

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER