Gegara Obat Sirup Beracun 14 Anak Meninggal Dunia

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Dunia kembali diguncang oleh tragedi kematian anak akibat obat sirup. Sedikitnya 14 anak dilaporkan meninggal dunia di India setelah diduga mengalami keracunan dari sirup obat batuk bermerek Coldrif yang mengandung zat kimia berbahaya.

Peristiwa ini mencoreng kembali reputasi industri farmasi India, yang selama ini dikenal sebagai salah satu produsen utama obat generik global.

- Advertisement -

Insiden bermula di negara bagian Madhya Pradesh, India bagian tengah, ketika anak-anak yang mengalami gejala ringan seperti pilek dan demam diberi sirup Coldrif. Bukannya membaik, mereka justru mengalami retensi urin dan gagal ginjal akut.

Dalam waktu kurang dari satu bulan, 14 anak meninggal dunia dan 16 lainnya mengalami kerusakan ginjal serius.
Polisi menyebut bahwa sirup Coldrif mengandung dietilen glikol (DEG) hingga 500 kali lipat dari batas aman.

DEG merupakan zat kimia beracun yang umum digunakan dalam produk industri seperti antibeku dan pelumas. Paparan dalam jumlah kecil sekalipun dapat memicu kerusakan organ, terutama ginjal, yang sangat fatal bagi anak-anak.

- Advertisement -

Tak hanya di Madhya Pradesh, kasus serupa juga terjadi di wilayah Jammu dan Kashmir, India bagian utara. Di sana, sedikitnya 14 anak dilaporkan meninggal setelah mengonsumsi sirup Cofset DM dan Cofset SF produksi Digital Vision Pharma.

Uji laboratorium membuktikan bahwa kedua sirup itu mengandung dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG) – dua senyawa kimia beracun yang seharusnya tidak ada dalam produk farmasi.

Menanggapi kejadian ini, polisi India telah menetapkan Sresan Pharma, produsen Coldrif, sebagai tersangka utama. Seorang dokter yang diketahui meresepkan obat tersebut, Praveen Soni, juga telah ditangkap.

Pemerintah federal merekomendasikan pencabutan izin produksi Sresan Pharma, sementara beberapa negara bagian langsung melarang peredaran produk terkait.

Hasil pengujian menunjukkan kadar DEG dalam sirup mencapai 48,6% di Tamil Nadu dan 46,28% di Madhya Pradesh—jauh melampaui batas aman 0,1% yang ditetapkan otoritas India dan WHO.

Perusahaan kini menghadapi dakwaan serius, termasuk pembunuhan tanpa perencanaan, pemalsuan obat, hingga pelanggaran Undang-Undang Obat-obatan dan Kosmetika, yang bisa berujung pada hukuman penjara seumur hidup bagi para pimpinan perusahaan.

India sendiri memiliki industri farmasi senilai lebih dari 50 miliar dolar AS, dengan lebih dari separuh produksinya diekspor ke luar negeri, termasuk ke Amerika Serikat, Inggris, dan berbagai negara Afrika.

Namun, kasus ini kembali menunjukkan celah besar dalam pengawasan mutu di dalam negeri. Ironisnya, sejak 2023 pemerintah India mewajibkan pengujian laboratorium hanya untuk produk ekspor, bukan untuk pasar domestik.

Menurut laporan Pulitzer Center, sistem regulasi obat di India dinilai tidak merata antarnegara bagian. Banyak pabrik kecil tidak melalui uji mutu ketat sebelum obat dipasarkan, sementara proses penarikan obat bermasalah sering tersendat akibat tumpang tindih kewenangan.

Tragedi ini menambah daftar panjang kematian anak akibat obat sirup beracun dari India. Sejak 2022, tercatat lebih dari 141 anak meninggal di Gambia, Uzbekistan, dan Kamerun karena kasus serupa. Bahkan pada 2019, India sendiri mencatat kematian 12 anak akibat sirup batuk yang tercemar zat kimia berbahaya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Rumah di Pegangsaan Dua Dilalap Api

JCCNetwork.id- Kebakaran melanda sebuah rumah tinggal di Kampung Rawa Indah, Rawa Gatel, RT 10/RW 13, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
KPK Ungkap Dugaan Uang Korupsi Dipakai Bupati Klaten untuk Bayar Utang Pilkada #shorts #trending
01:21
Video thumbnail
Terkuak, Bupati Klaten Diduga Terima Setoran Rutin Rp1,8 Miliar dari OPD hingga BUMD
09:31
Video thumbnail
Anggota Parlemen Malaysia Desak ASEAN Protes ke Indonesia soal Kabut Asap
10:00
Video thumbnail
KPK Ungkap Tong Biru Isi Uang Diduga Hasil Korupsi Bupati Klaten #shorts #trending
01:59
Video thumbnail
Bukan Brankas, KPK Ungkap Dugaan Uang Hasil Korupsi Bupati Klaten Disimpan dalam Tong Biru
08:31
Video thumbnail
Jokowi Blak-blakan Duga Ada Manuver untuk Hancurkan Reputasinya dan Gibran #shorts #trending
01:27
Video thumbnail
KPK Bongkar Dugaan Korupsi di BNPB, Gepokan Uang hingga Emas Dipamerkan
08:28
Video thumbnail
KPK Ungkap Dugaan Dana Bencana BNPB Dipakai Beli Saham Rp30,98 Miliar #shorts #trending
01:59
Video thumbnail
KPK Bongkar Aliran Uang Miliaran dan Emas 325 Gram ke Pejabat BNPB dalam Kasus Korupsi Dana Bencana
13:39
Video thumbnail
Gugatan UU Pilkada Ditolak MK, Ini Alasan Ambang Batas Pencalonan Kepala Daerah Dipertahankan
08:07
Video thumbnail
KPK Ungkap Dugaan Penyelewengan Dana Bencana Rp148 Miliar oleh Adik Eks Kepala BNPB
14:44
Video thumbnail
Pemerintah Dituding Tebang Hutan, Mentan Amran UngkapPembukaan Sawah di Papua
08:04
Video thumbnail
Terungkap, KPK Beberkan Dugaan Dana Siap Pakai BNPB Dipakai Beli Saham Rp30,98 Miliar
22:12
Video thumbnail
Resmi Jadi KSAD, Jenderal Tandyo Siap Turunkan Pasukan Bantu Pemadaman Karhutla #shorts
01:08
Video thumbnail
Lawan Ancaman Karhutla, BPGMN Dorong Budidaya Sagu hingga Jelutung di Lahan Gambut
08:44
Video thumbnail
Resmi Jadi KSAD, Jenderal Tandyo Siap Turunkan Pasukan Bantu Pemadaman Karhutla
08:50
Video thumbnail
Baru Dilantik, Kristomei Buka Peluang Rombak Personel BNPB Buntut Kasus Korupsi
08:29
Video thumbnail
Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Isu Pindah ke PSI: Kabar dari Mana?
01:44
Video thumbnail
Momen Menta Amran Sebut Mahasiswi PPL Kesayangannya, Langsung Dihadiahi Motor #shorts #trending
01:15
Video thumbnail
Bikin Haru, Mentan Amran Sebut Mahasiswi PPL Kesayangannya hingga Dihadiahi Motor
11:01

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER