JCCNetwork.Id – Sesosok jenazah yang diduga kuat sebagai jurnalis Metro TV, Sahril Helmi, ditemukan di perairan Halmahera Selatan pada Sabtu (8/2). Saat ini, jenazah tersebut telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Labuha, Marabose, Bacan, Halmahera Selatan untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengonfirmasi bahwa jenazah yang ditemukan masih berstatus dugaan dan belum bisa dipastikan sebagai Sahril Helmi.
“Diduga Sahril. baru diduga, tapi belum dipastikan,” ujar Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani dalam sambungan telepon dengan Metrotvnews.com, Sabtu, 8 Februari 2025.
Iwan menjelaskan bahwa korban ditemukan dengan mengenakan baju hitam, namun tanpa rompi, pelampung, maupun celana. Untuk memastikan identitas, pihak SAR masih menunggu kedatangan keluarga korban guna mencocokkan ciri-ciri fisik jenazah.
“Nanti kita tunggu pihak keluarga,” ujar dia. Iwan menerangkan bahwa jenazah yang ditemukan mengenakan baju warna hitam. Namun, di tubuh jenazah tidak didapati rompi, life vest, dan celana. “Tunggu pemeriksaan penyamaan fisik tanda-tanda yang sama oleh keluarga,” jelas dia.
Sahril Helmi sebelumnya diketahui sedang bertugas sebagai jurnalis dan ikut dalam misi penyelamatan bersama tim SAR gabungan untuk menolong dua nelayan yang terjebak di tengah laut Tidore, Maluku Utara. Namun, insiden tragis terjadi ketika speedboat yang ditumpangi mengalami ledakan pada bagian belakang sekitar 10 menit sebelum tiba di lokasi penyelamatan.
Akibat ledakan tersebut, 11 orang yang berada di atas speedboat terlempar ke laut. Proses pencarian korban pun dilakukan oleh tim SAR. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi terkait jumlah korban selamat maupun penyebab pasti ledakan speedboat tersebut.
Pihak berwenang masih terus melakukan investigasi terkait peristiwa ini. Sementara itu, keluarga Sahril Helmi masih dalam perjalanan menuju RSUD Labuha untuk memastikan apakah jenazah yang ditemukan benar merupakan Sahril Helmi.
























