JCCNetwork.id- Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) masih melanda Kabupaten Jembrana, Bali, hingga Jumat (16/10/2026) pagi. Kondisi tersebut memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), terutama di lokasi yang masih memiliki persediaan Pertalite.
Dari enam SPBU yang berada di sekitar Kota Negara, dua di antaranya dilaporkan kehabisan stok BBM. Kedua SPBU tersebut adalah SPBU Sebual yang berlokasi di Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana, serta SPBU Banyubiru di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.
Situasi ini membuat masyarakat harus mendatangi SPBU yang masih memiliki persediaan bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan kendaraan mereka. Sementara itu, sejumlah pengendara terpaksa menunggu lebih lama karena pasokan BBM belum sepenuhnya kembali normal.
Di SPBU Sebual, persediaan Pertalite telah habis sejak Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 22.00 WITA. Hingga Jumat pukul 09.00 WITA, pasokan BBM dari depo Manggis maupun Sanggaran belum tiba sehingga aktivitas pengisian bahan bakar masih menunggu kedatangan distribusi berikutnya.
Penanggung jawab SPBU Sebual, Putu Sudarma Yasa, mengatakan pihaknya telah mengajukan pemesanan kepada Pertamina untuk sejumlah jenis BBM, termasuk Pertalite, Solar, dan Pertamax. Namun, hingga Jumat pagi, belum ada kepastian mengenai waktu kedatangan pasokan tersebut.
Pihak SPBU berharap pengiriman dari depo dapat segera dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat kembali berjalan normal. Menurut Putu, kepastian distribusi sangat dibutuhkan untuk mengatasi kekosongan stok yang telah berlangsung sejak malam sebelumnya.
“Jadi belum ada kepastian kedatangan sampai pagi ini, semoga sampai sore bisa teratasi dari Depo Sangaran maupun Demo Manggis. Semoga cabang Pertamina bisa menyikapi kelangkaan BBM ini,” ujar Putu Sudarma.
Ia berharap Pertamina segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan distribusi BBM di wilayah Jembrana. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu menghadapi antrean panjang maupun berpindah-pindah SPBU untuk mendapatkan bahan bakar.
Sementara itu, empat SPBU lainnya di sekitar Kota Negara, yakni SPBU Jalan Ahmad Yani, Taman Makam Pahlawan, Kepuh, dan Kaliakah, telah menerima pasokan Pertalite. Kendati demikian, kedatangan BBM belum langsung menghilangkan antrean kendaraan yang memadati lokasi pengisian.
Sejumlah warga diketahui telah mengantre sebelum pasokan Pertalite tiba. Akibatnya, kendaraan masih terlihat mengular di beberapa SPBU meskipun persediaan bahan bakar mulai tersedia kembali.
Antrean tersebut juga membutuhkan pengaturan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan kelancaran lalu lintas di sekitar SPBU. Untuk mengantisipasi kepadatan, sejumlah aparat keamanan disiagakan di lokasi.
Petugas membantu mengatur antrean kendaraan sekaligus memastikan arus lalu lintas di sekitar SPBU tetap berjalan. Kehadiran aparat diharapkan dapat mencegah penumpukan kendaraan yang berpotensi menghambat pengguna jalan lainnya.
Di tengah kondisi tersebut, ketersediaan BBM di sejumlah SPBU masih belum sepenuhnya pulih. Pasokan yang telah diterima beberapa lokasi dilaporkan masih terbatas pada Pertalite, sedangkan jenis bahan bakar lainnya belum tersedia secara merata.
Pertamax dan Pertamax Turbo dilaporkan masih kosong. Berbeda dengan kedua jenis bensin tersebut, ketersediaan Solar di wilayah itu disebut relatif aman.
Perbedaan kondisi stok tersebut membuat masyarakat harus menyesuaikan kebutuhan pengisian bahan bakar dengan jenis BBM yang tersedia di masing-masing SPBU. Bagi pengguna kendaraan yang membutuhkan Pertamax atau Pertamax Turbo, keterbatasan stok menjadi kendala tersendiri di tengah kelangkaan yang berlangsung.
Hingga Jumat pagi, belum terdapat kepastian mengenai waktu pemulihan pasokan secara menyeluruh, khususnya untuk SPBU Sebual yang masih menunggu pengiriman dari depo. Pihak SPBU berharap distribusi segera tiba sehingga pelayanan dapat kembali normal dan antrean kendaraan berangsur berkurang.
Kelangkaan BBM di Jembrana menjadi perhatian karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, terutama pengguna kendaraan yang bergantung pada ketersediaan bahan bakar untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Kepastian distribusi dan kedatangan pasokan menjadi faktor penting untuk mengakhiri antrean panjang serta mengembalikan pelayanan SPBU seperti semula.























