JCCNetwork.id-Pertanyaan mengenai boleh atau tidaknya berolahraga segera setelah bangun tidur kembali menjadi topik yang ramai dibahas di media sosial.
Banyak warga mempertanyakan apakah tubuh yang baru terbangun dari tidur sudah siap melakukan aktivitas fisik, atau justru berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.
Dalam beberapa unggahan yang viral, sejumlah warganet mengaku biasa langsung melakukan jogging atau workout ringan begitu membuka mata, tanpa melakukan pemanasan panjang maupun sarapan terlebih dahulu.
Namun sebagian lainnya merasa pusing dan lemas ketika mencobanya. Perbedaan respons ini memunculkan perdebatan, sehingga pakar kesehatan angkat bicara.
Tubuh Butuh Transisi Sebelum Aktivitas Fisik
Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa tubuh manusia sebenarnya membutuhkan fase transisi setelah bangun tidur. Pada fase ini, tekanan darah, detak jantung, serta suhu tubuh belum sepenuhnya stabil.
“Begitu bangun tidur, sistem kardiovaskular belum bekerja maksimal. Jika langsung dipaksa berolahraga intens, terutama cardio berat, risiko pusing, mual, sampai cedera otot bisa meningkat,” ujar Farhan dalam keterangannya, Rabu (5/11/2025).
Ia menegaskan, berolahraga setelah bangun tidur tetap boleh, namun harus memperhatikan proses adaptasi tubuh.
“Kuncinya adalah pemanasan bertahap dan memberi waktu tubuh untuk aktif kembali setelah fase istirahat panjang.”
Olahraga Pagi Tetap Bermanfaat, Asal Tidak Mendadak
Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Human Physiology mencatat bahwa olahraga pagi memiliki manfaat, di antaranya meningkatkan metabolisme, memperbaiki mood, dan memaksimalkan pembakaran kalori. Namun manfaat ini akan optimal bila tubuh diberi cukup waktu untuk mencapai kesiapan fisik.
“Risiko cedera lebih besar terjadi ketika tubuh masih kaku setelah tidur. Waktu ideal untuk mulai olahraga adalah 15–20 menit setelah bangun tidur, setelah melakukan peregangan ringan atau aktivitas mempersiapkan tubuh,” kata Farhan.
Sarapan atau Tidak? Begini Saran Ahli
Selain waktu ideal, sebagian orang juga mempertanyakan apakah perlu sarapan terlebih dahulu.
Menurut Farhan, sarapan tidak wajib untuk olahraga ringan hingga sedang. Namun untuk olahraga intens, tubuh butuh bahan bakar.
“Jika hanya stretching, yoga, jalan cepat, atau lari santai, tidak sarapan pun y masalah. Tapi jika latihan interval atau angkat beban, ada baiknya konsumsi makanan ringan seperti pisang atau roti satu jam sebelumnya,” jelasnya.
Kelompok yang Sebaiknya Tidak Langsung Berolahraga Usai Bangun Tidur
Meski umumnya aman, ada beberapa kelompok yang disarankan menghindari olahraga langsung setelah bangun tidur, yaitu:
* Pengidap tekanan darah rendah
* Pengidap vertigo
* Penderita hipoglikemia atau kadar gula darah rendah
* Orang yang tidur kurang dari 6 jam
“Pada kelompok ini, langsung olahraga setelah bangun bisa memicu gejala seperti pusing, jantung berdebar, atau lemas,” ujar Farhan.
Kesimpulan: Aman, Asal Bertahap
Dengan munculnya beragam opini di ruang digital, para ahli sepakat bahwa olahraga setelah bangun tidur boleh dilakukan, sepanjang tidak dilakukan secara tiba-tiba dan tetap memperhatikan kondisi tubuh masing-masing.
“Prinsipnya sederhana: dengarkan tubuh. Jika terasa siap, lakukan pemanasan singkat dan mulai dengan intensitas ringan. Jika tubuh terasa lemas, beri jeda terlebih dahulu. Tidak ada protokol yang memaksa semua orang sama,” tutup Farhan.
Fenomena ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan fisik. Namun pemerintah dan tenaga kesehatan tetap mengimbau masyarakat untuk mengutamakan olahraga yang aman, terukur, dan sesuai kondisi tubuh masing-masing.
























