JCCNetwork.id – Seorang warga Desa Alun-alun, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, diduga mencuri dua unit sepeda motor milik mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Padahal pelaku, bernama Saman, justru diberi kepercayaan oleh Kepala Desa Alun-alun, Dulhanan, untuk menjaga dan memastikan kenyamanan mahasiswa selama di desa tersebut.
Akibat pencurian ini, 12 mahasiswa KKN mengalami trauma dan terpaksa dipulangkan oleh kampus mereka.
Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, mengungkapkan bahwa Saman memiliki hubungan dekat dengan kepala desa dan dipercaya untuk mengawasi mahasiswa karena rumahnya berdekatan dengan kantor desa, tempat mereka menginap.
“Pak kepala desa menyampaikan kepada tersangka titip adik-adik, lihat-lihat, jaga-jaga,” kata Alex di Mapolres Lumajang, akhir pekan lalu.
Namun, ia menegaskan bahwa Saman bukan perangkat desa, melainkan pekerja lepas yang kerap membantu kepala desa. Sementara Saman mengaku mencuri motor karena sakit hati dengan sikap mahasiswa yang dianggapnya sombong, terutama mahasiswa laki-laki yang enggan menyapa.
“Sombong, gak mau nyapa, kalau yang perempuan masih nyapa, yang laki-laki disapa tidak jawab,” ungkap Saman.




