JCCNetwork.id- Budayawan Jawa Tengah, Budiyanto Hadinagoro, angkat bicara menanggapi spekulasi publik terkait pernyataan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang dianggap menyindir Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, soal pemimpin yang kerap membawa media dalam aktivitasnya. Budiyanto menegaskan bahwa dugaan tersebut tidak berdasar dan berpotensi memecah belah suasana politik yang seharusnya kondusif menjelang tahun politik 2025.
“Dicatat dan diingat baik-baik, Bapak Gubernur Jawa Tengah tidak pernah menyindir Gubernur manapun,” tegas Budiyanto dalam pernyataannya kepada media, Sabtu (26/7/2025).
Ia menjelaskan, pernyataan Ahmad Luthfi sebenarnya ditujukan kepada beberapa kepala daerah tingkat kabupaten dan kota di wilayah Jawa Tengah, bukan kepada pemimpin di luar provinsi.
“Mereka yang disindir adalah para bupati dan wali kota di Jawa Tengah yang terlalu aktif di media sosial, sering unggah video, sedikit-sedikit bikin konten, bukan kepada Gubernur Jawa Barat,” jelas Budiyanto.
Lebih lanjut, Budiyanto menyesalkan adanya pihak-pihak yang dianggapnya sebagai buzzer politik yang justru menggiring opini publik secara keliru. Ia menilai hal tersebut hanya akan memperkeruh suasana dan memecah persatuan umat serta antar pemimpin daerah.
“Hubungan antara Kang Dedi Mulyadi dan Bapak Lutfi itu sangat baik. Mereka sama-sama diusung oleh partai-partai pemerintah, bahkan sering bertukar pandangan dan ilmu,” ujar Budiyanto.
Budiyanto mengajak para penyebar informasi, khususnya di media sosial, untuk menjadi penyambung yang menyejukkan, bukan pemecah belah. Ia juga menegaskan bahwa dirinya merupakan saksi langsung atas harmonisnya hubungan antara Luthfi dan Dedi Mulyadi.
“Saya saksinya, dan saya masih hidup. Saya kenal beliau semua dan saya tau persis hubungan beliau berdua sangat baik,” pungkasnya.



