JCCNetwork.id- Ketua Penasihat Ahli Kapolri, Irjen Pol (Purn) Sisno Adiwinoto, mengungkapkan bahwa upaya untuk memulihkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri butuh optimalisasi dan intensifikasi pembinaan moral anggota Polri.
Mengingat sejauh ini menurunnya kepercayaan publik kepada Korps Bhayangkara akibat lemahnya pembinaan moral. Kemudian minimnya pemahaman terhadap nilai yang terkandung dalam Pedoman Hidup Tribrata dan Pedoman Kerja Catur Prasatya.
Meski demikian saat ini tingkat kepercayaan publik terhadap Polri telah meningkat setelah sempat mengalami penurunan yang drastis dari sekitar 80 persen menjadi di bawah 60 persen.
“Kini, kepercayaan publik terhadap Polri telah mengalami peningkatan setelah mengalami penurunan yang signifikan,” ujar Sisno kepada JCCNetwork.id, Sabtu (27/5/2023).
Menurut Sisno, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mendorong tiga kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap anggota Polri, yaitu kompetensi etik, kompetensi teknis, dan kompetensi kepemimpinan.
Kompetensi etik mencakup pemahaman mengenai Tribrata, Catur Prasatya, aturan etik, dan norma yang harus dijadikan pegangan oleh anggota Polri.
Sementara itu, kompetensi teknis bertujuan untuk menjadikan Polri sebagai institusi yang profesional, dan kompetensi kepemimpinan mencakup penerapan servant leadership serta menjadi teladan bagi yang lain.
Kemudian penyegaran terhadap nilai-nilai dasar, pembentukan perilaku yang bijaksana, serta penerapan sistem reward dan punishment guna meningkatkan kualitas anggota Polri dan meminimalisir penyalahgunaan wewenang.
“Diharapkan melalui langkah-langkah tersebut, anggota Polri akan dapat melaksanakan tugas-tugas mereka dengan bijaksana,” tutup mantan Kapolda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) tersebut.






















