Habib Syakur: Terorisme dan Intoleransi Tumbuh Subur di Lampung

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id– Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid menyoroti maraknya penyebaran paham radikalisme, intoleransi, dan ekstremisme beragama di wilayah Provinsi Lampung.

Habib Syakur menyebut masyarakat bawah di Lampung banyak yang terpengaruh paham ekstremisme beragama, dan ini terjadi karena kelalaian pemerintah provinsi Lampung, maupun pemerintah kabupaten dan kota se-Lampung.

- Advertisement -

“Daerah Lampung menjadi salah satu pusat tujuan penyebaran khilafah, paham ekstremisme beragama, radikalisme, dan intoleransi. Ini harus menjadi catatan,” ujar Habib Syakur kepada awak media di Jakarta, Selasa (18/4/2023).

Ketika ditanya, kenapa paham teroris dan radikalisme intoleransi tumbuh subur di Lampung? Habib Syakur menilai lantaran pemerintah provinsi Lampung, maupun Kabupaten dan Pemkot di Lampung lalai dan tidak mengindahkan perlunya pencegahan dan penanganan secara benar terhadap terorisme ini.

“Boleh disebut, Pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota lalai dan tidak tanggap. Atau jangan-jangan khilafah, radikalisme dan intoleransi dianggap tidak berbahaya oleh Pemda Lampung?” tukas Habib Syakur.

- Advertisement -

Karena itu, ulama asal Malang Raya ini menyarankan pemerintah Presiden Jokowi harus menugaskan Menkopolhukam Mahfud MD, Kementerian Dalam Negeri, dan kementerian/lembaga di dalam koordinasinya, untuk membentuk tim investigasi dan tim khusus penanggulangan radikalisme dan intoleran di Lampung.

“Lampung akhir-akhir ini semakin santer menjadi pusat kegiatan Jamaah Islamiah. Penyebaran paham radikalisme, intoleransi. Ini kenapa? Tim Khusus yang dikoordinasi Menkopolhukam bisa mencari jawabannya secara pasti dan detail,” ujar Habib Syakur.

Kepada Gubernur Lampung, Wakil Gubernur Lampung, maupun Bupati dan Wali Kota di wilayah Lampung, Habib Syakur meminta agar mereka jangan tutup matabdan telinga terhadap problematika masyarakat bawah, termasuk kerentanan terhadap penyebaran paham radikalisme intoleransi ini.

Habib Syakur menilai Pemda Lampung selama ini sangat lalai dan tidak responsif terhadap ancaman bahaya radikalisme, intoleransi, dan penyebaran paham khilafah, Jamaah Islamiah, HTI, dan sebagainya.

Padahal, lanjut Habib Syakur, kepala daerah punya tanggungjawab terhadap perasaan aman, nyaman, dan rasa terlindungi warga masyarakat provinsi Lampung.

Habib Syakur juga memberi saran agar pemerintah melakukan penguatan kepada Densus 88 Antiteror Polri dalam melakukan tugas melawan terorisme radikalisme intoleransi.

“Densus 88 ada di garda terdepan menjalankan tugas mulia dan suci melawan ekstremisme beragama dan intoleran. Mestinya Densus ini diberikan kesempatan dan kewenangan masuk untuk bersikap dan menuntukan sikap melawan terorisme. Secara khusus,” tegas Habib Syakur.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Cabai Rawit Tembus Rp98.600 per Kg

JCCNetwork.id- Harga sejumlah komoditas pangan strategis di tingkat pedagang eceran nasional masih menunjukkan variasi. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Siap Pasang Badan, Mentan Amran Tak Mau Peternak Berjuang Sendirian
09:27
Video thumbnail
Ide Rehab Napi Narkoba di Pulau Kosong Isinya Cuma Buaya #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
Ide Rehab Napi Narkoba di Pulau Kosong Isinya Cuma Buaya
09:29
Video thumbnail
Sidang UU Pemilu Diwarnai Kelakar, Arsul Sani: Saya Jadi Capres Loh Lama-Lama #shorts #trending
01:12
Video thumbnail
Sidang UU Pemilu Diwarnai Kelakar, Arsul Sani: Saya Jadi Capres Loh Lama-Lama
07:13
Video thumbnail
Berharap MK Beri Kejutan, Kubu Denny Indrayana CS Justru Kecewa soal Gugatan Ijazah Gibran
01:29
Video thumbnail
Anggaran Pendidikan Rp824 Triliun, Suahasil Jelaskan soal Sekolah hingga Kuliah Gratis
09:23
Video thumbnail
Lapas Kelebihan Penghuni, Pemerintah Lirik Pulau Kosong Jadi Tempat Rehabilitasi Napi Narkoba
09:38
Video thumbnail
Berkelakar di Sidang MK, Arsul Sani Sentil Sarjana Tanpa Ijazah SMA: Sekolah Ada, Ijazah Tidak
09:53
Video thumbnail
Yusril Persilakan Aparat Usut Kalapas Cibinong hingga Dirjen PAS, Bisa Berujung Pidana?
11:48
Video thumbnail
Menkeu Suahasil Puji BGN, Tata Kelola Program MBG Kini Makin Tertib
09:02
Video thumbnail
Prabowo Blak-blakan, Kalau Sudah Pegang Podium, Bisa Pidato Sampai 3 Jam #shorts
01:56
Video thumbnail
Yusril Tegaskan Presiden dan Wapres Gibran Atasan Kami #shorts #trending
01:11
Video thumbnail
Ngaku Bisa Pidato Sampai 3 Jam, Prabowo Bikin Kelakar: Jangan Kasih Saya Podium
08:46
Video thumbnail
Soal Bola Panas Wacana Pemakzulan Gibran, Begini Kata Yusril
13:12
Video thumbnail
Realisasi MBG Capai Rp153,2 T hingga September 2026, Ini Penjelasan Menkeu
09:12
Video thumbnail
Suahasil Blak blakan Belanja Negara Sudah Rp2 660,5 Triliun
08:15
Video thumbnail
Celetukan Arsul Sani di MK, Ada Sarjana tapi Enggak Punya Ijazah SMA #shorts #trending
01:19
Video thumbnail
Menohok, Arsul Sani Singgung Sarjana Tanpa Ijazah SMA dalam Sidang MK
09:41
Video thumbnail
KSAD Maruli Tegas Tak Main-Main Bagi Terlibat Judol Akan Ditindak Tegas #shorts #trending
00:50

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER