JCCNetwork.id- PT PLN Batam menegaskan informasi mengenai pemadaman listrik total atau blackout selama tiga hari berturut-turut pada 12–14 Oktober 2026 di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) merupakan kabar bohong atau hoaks. Masyarakat diminta tidak mudah percaya maupun menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul beredarnya pesan berantai dan gambar infografis di media sosial yang mengklaim akan terjadi pemadaman listrik terencana selama tiga hari. Informasi yang beredar itu juga menyebutkan pasokan listrik di wilayah Kepri hanya mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Tanjungpinang, dengan durasi aliran listrik hanya enam jam setiap hari.
Manager Komunikasi PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, memastikan informasi yang meresahkan masyarakat tersebut tidak benar. Ia menegaskan, pesan berantai dan infografis yang mengatasnamakan pengumuman pemadaman listrik terencana bukan merupakan informasi resmi dari perusahaan.
Dalam keterangannya kepada media yang dikutip pada Selasa (13/10/2026), Yoga meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima informasi, terutama yang berkaitan dengan kondisi pasokan listrik setelah gangguan kelistrikan yang terjadi di Batam sehari sebelumnya.
Menurut dia, narasi yang menghubungkan gangguan listrik dengan kerusakan kabel internet bawah laut pada jalur Singapura–Batam juga tidak memiliki keterkaitan dengan operasional maupun proses pemulihan sistem kelistrikan PLN Batam.
Dengan demikian, klaim mengenai pemadaman listrik terjadwal hingga tiga hari akibat kerusakan kabel bawah laut tersebut tidak dapat dijadikan acuan oleh pelanggan dalam mengambil keputusan maupun menyikapi kondisi kelistrikan di wilayahnya.
Gangguan Listrik Sempat Melumpuhkan Batam dan Sekitarnya
Sebelumnya, gangguan kelistrikan terjadi secara mendadak pada Senin (12/10/2026) pagi. Insiden yang menyebabkan pemadaman luas tersebut berdampak terhadap aktivitas masyarakat di Batam serta sejumlah wilayah lain di Kepulauan Riau, termasuk Tanjungpinang dan Bintan.
Pemadaman terjadi pada waktu masyarakat mulai mempersiapkan diri untuk menjalankan aktivitas harian, termasuk berangkat bekerja dan menjalankan kegiatan usaha. Gangguan tersebut turut menghambat berbagai aktivitas yang bergantung pada pasokan listrik.
Peristiwa itu kemudian menjadi perhatian masyarakat, terlebih karena pemadaman berlangsung secara luas dan terjadi pada jam-jam penting. Situasi tersebut juga memicu beredarnya berbagai informasi di media sosial mengenai penyebab gangguan dan kemungkinan dampaknya terhadap pasokan listrik pada hari-hari berikutnya.
Di tengah kondisi tersebut, muncul klaim mengenai rencana pemadaman selama tiga hari berturut-turut. Pesan yang beredar bahkan mencantumkan informasi mengenai pembatasan waktu pasokan listrik, sehingga berpotensi menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelanggan.
PLN Batam pun memberikan klarifikasi untuk meluruskan informasi yang berkembang sekaligus mencegah kesalahpahaman masyarakat mengenai kondisi sistem kelistrikan di wilayah tersebut.
Perusahaan menegaskan, gangguan yang terjadi pada Senin tidak dapat dijadikan dasar untuk membenarkan klaim mengenai pemadaman terencana pada 12–14 Oktober 2026. Begitu pula dengan narasi mengenai kerusakan kabel internet bawah laut yang disebut-sebut menjadi penyebab gangguan listrik.
Pelanggan Diminta Mengakses Informasi Resmi
PLN Batam mengimbau masyarakat untuk memeriksa sumber informasi sebelum mempercayai atau meneruskan pesan yang diterima melalui media sosial maupun aplikasi percakapan. Langkah tersebut dinilai penting agar informasi yang belum terverifikasi tidak berkembang menjadi kabar menyesatkan dan memicu kepanikan publik.
Pelanggan juga diminta mengutamakan informasi yang disampaikan melalui saluran komunikasi resmi PLN Batam, khususnya apabila ingin mengetahui perkembangan kondisi kelistrikan, penanganan gangguan, maupun pengumuman yang berkaitan dengan layanan listrik.
Untuk memperoleh informasi terkini, masyarakat dapat mengakses akun Instagram resmi @ptplnbatam, halaman Facebook PT PLN Batam, serta menghubungi Contact Center PLN Batam melalui nomor (0778) 5702 123. Pelanggan juga dapat memanfaatkan aplikasi bright by PLN Batam untuk mendapatkan informasi layanan perusahaan.
Melalui kanal tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan dan tidak bergantung pada gambar pengumuman atau pesan berantai yang tidak jelas sumbernya.
PLN Batam menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menghentikan penyebaran disinformasi, terutama ketika terjadi gangguan layanan publik yang berdampak luas. Informasi yang keliru berpotensi memperbesar kekhawatiran pelanggan apabila diteruskan tanpa pemeriksaan terlebih dahulu.
Klarifikasi ini sekaligus menjadi pengingat agar setiap pengumuman mengenai pemadaman listrik diperiksa melalui saluran resmi perusahaan. Dengan begitu, masyarakat dapat membedakan informasi yang benar dari kabar palsu serta memperoleh perkembangan terbaru mengenai kondisi kelistrikan di Batam, Tanjungpinang, Bintan, dan wilayah Kepulauan Riau lainnya.
Sebagaimana dilansir Antara, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi. Pelanggan diharapkan mengikuti pembaruan dari PLN Batam sebagai rujukan utama dalam memperoleh keterangan terkait layanan kelistrikan.
























