JCCNetwork.id- Sejumlah kapal perang milik Armada Pasifik Angkatan Laut Rusia sandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (31/3/2026), dalam rangka kunjungan resmi yang menandai penguatan hubungan pertahanan antara Rusia dan Indonesia.
Formasi kapal yang tiba terdiri dari korvet Gromky, kapal selam Petropavlovsk-Kamchatskiy, serta kapal pendukung Andrey Stepanov. Kedatangan armada tersebut disambut oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov, Atase Militer Maxim Lukyanov, dan perwakilan militer Rusia lainnya di area pelabuhan.
“Kerja sama militer dan kedatangan kapal perang ini bukan merupakan ancaman, melainkan simbol kemitraan dan persahabatan yang nyata,” ujar Tolchenov dalam pengarahan pers di pelabuhan.
Dalam keterangannya, Tolchenov menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari kerja sama bilateral yang bersifat konstruktif dan tidak memiliki tujuan ofensif. Ia menyebut kehadiran kapal perang Rusia di Jakarta sebagai simbol hubungan persahabatan yang terus berkembang antara kedua negara.
Perwakilan Armada Pasifik Rusia, Laksamana Muda Yevgeny Misoyedov, menambahkan bahwa interaksi militer antara kedua negara saat ini berada pada fase yang semakin erat. Menurutnya, sejumlah agenda bersama telah disiapkan, termasuk rencana latihan militer gabungan yang akan digelar di wilayah Rusia dalam tahun ini.
Selain latihan bersama, kerja sama juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Taruna dari Sekolah Tinggi Angkatan Laut Indonesia dijadwalkan mengikuti pelayaran menuju Vladivostok guna memperluas pengalaman dan memperdalam pemahaman operasional bersama personel Rusia.
Kedua pihak menekankan pentingnya kolaborasi tersebut dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan Asia Pasifik di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang.
Dari sisi alutsista, korvet Gromky diketahui merupakan kapal tempur multiguna yang dirancang untuk menghadapi ancaman kapal selam maupun kapal permukaan. Kapal ini dilengkapi sistem persenjataan modern, termasuk rudal Uran dan sistem pertahanan udara Redut.
Sementara itu, kapal selam Petropavlovsk-Kamchatskiy dikenal memiliki kemampuan siluman dengan tingkat kebisingan rendah, sehingga sulit terdeteksi. Kapal ini juga dibekali rudal jelajah Kalibr yang mampu menjangkau target jarak jauh.
Adapun Andrey Stepanov berperan sebagai kapal tunda yang mendukung operasi laut, termasuk misi penyelamatan, pemadaman kebakaran, serta penarikan kapal di perairan.
Kunjungan armada Rusia dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (2/4/2026) sebelum melanjutkan pelayaran ke sejumlah wilayah lain di kawasan regional.



