KAI Hadirkan Refleksi Kepemimpinan dan Transformasi Melalui Bedah Buku “Masinis yang Melintasi Badai”

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Kompas.com menghadirkan ruang refleksi penuh makna melalui acara Bedah Buku: “Didiek Hartantyo, Masinis yang Melintasi Badai”, yang digelar di Gramedia Makarya Matraman, Jakarta, Rabu (30/7). Buku ini tidak sekadar mendokumentasikan perjalanan seorang pemimpin, melainkan menjadi cermin dari bagaimana karakter, keberanian, dan nilai kemanusiaan dapat membentuk arah transformasi sebuah organisasi besar di tengah masa-masa paling menantang.

Ditulis secara natural dan berdasarkan kejadian nyata, buku ini merekam bagaimana Didiek Hartantyo memimpin KAI melewati krisis pandemi tanpa satu pun pemutusan hubungan kerja. Ketika banyak perusahaan memilih efisiensi ekstrem, Didiek justru melindungi setiap Insan KAI dan mendorong inovasi secara berkelanjutan. Ia percaya bahwa tantangan bukan alasan untuk mundur, tetapi peluang untuk tumbuh.

- Advertisement -

“Transformasi bukan soal system, ini soal karakter. Soal keberanian untuk tetap manusiawi di tengah badai,” ujar Didiek.

Bagi Didiek, setiap keputusan harus diambil dengan keyakinan, bukan ketakutan. Di tengah tekanan, Ia menegaskan.

“Kita tidak boleh lebih kecil dari masalah. Kita harus lebih besar dari tantangan. Karena setiap krisis menyimpan peluang.” Kalimat ini tidak hanya menjadi prinsip pribadi, tetapi juga nilai yang menjalar ke seluruh ekosistem KAI.

- Advertisement -

Ia tidak berjalan sendiri, Ia mengajak semua pihak untuk berkolaborasi, karena baginya mengatasi masalah tidak bisa sendiri. Harus kolaboratif, karena solusi lahir dari kekuatan bersama.

Zulfikar Akbar, penulis buku ini menjelaskan bahwa proses penulisan dilakukan secara natural dan mengalir. Tidak ada yang ditambahkan atau dikurangi, karena kenyataan itu sendiri sudah sangat kuat. Ia menyebut Didiek sebagai pemimpin yang tenang, tidak suka menyalahkan keadaan, dan justru membangun mindset baru di saat krisis. Buku ini adalah bentuk apresiasi terhadap keberanian yang tidak bicara banyak, tapi memberi dampak besar.

Hal senada disampaikan Vice President Sustainability KG Media Wisnu Nugroho, yang menyebut Didiek sebagai pemimpin yang menjalankan dua peran penting sekaligus: pemimpin formal yang mengarahkan struktur, dan pemimpin informal yang membangun budaya kerja melalui keteladanan.
Menurut Wisnu, “Pak Didiek datang di saat yang paling sulit. Tapi justru dari situlah beliau menanam nilai. Kepemimpinan yang tidak mengeluh, tidak menyalahkan, tapi justru menghadirkan perubahan.”

Transformasi yang dilakukan bukanlah slogan, tetapi nyata dan dirasakan. Inovasi seperti Panoramic Train, boarding face recognition, serta fitur carbon footprint diluncurkan bukan hanya untuk membangun citra, melainkan sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap masa depan. Aplikasi Access by KAI diperkuat untuk menjangkau pelanggan secara digital, dan kepercayaan publik terus tumbuh. Di bawah kepemimpinan Didiek, KAI dipercaya mengoperasikan LRT Jabodebek dan Whoosh, serta mencatatkan laba Rp2,2 triliun pada 2024. Berbagai penghargaan pun diraih, seperti Gatra Award dan Marketer of the Year.

Dengan tema “Karya Bukan Aman-Aman Saja: Berani, Berproses, Berdampak”, acara ini mengangkat semangat bahwa keberanian untuk berubah sering kali lahir dari keterbatasan.

Didiek memimpin bukan untuk menjadi populer, melainkan untuk menjadi berdampak. “Saya tidak ingin dikenang karena jabatan. Saya ingin dikenang karena dampak. Karena kepemimpinan adalah soal nilai, bukan posisi,” ungkap Didiek.

Menutup acara, Didiek menyampaikan pesan penuh harapan bagi generasi muda.

“Kalian lahir di era yang penuh ketidakpastian. Tapi jangan takut, buku ini adalah bukti bahwa bertahan dan berdampak itu mungkin,” ucapnya.

Ia meyakini bahwa dalam setiap tantangan, ada ruang untuk doa, keyakinan, dan keberanian untuk terus melangkah.

“This will be done. Bukan janji, tapi komitmen, komitmen untuk terus bergerak meski jalannya tak mudah,” tutup Didiek.

“Masinis yang Melintasi Badai” bukanlah buku tentang kesempurnaan. Ia adalah kisah tentang bertahan di tengah ketidaksempurnaan dunia. Tentang keputusan-keputusan yang diambil dengan kesadaran bahwa dampak jauh lebih penting dari pencitraan. Tentang harapan, bahwa siapa pun kita, dari posisi mana pun, bisa menjadi bagian dari perubahan besar, asal punya keberanian untuk memilih jalan yang bermakna.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pemerintah Perketat Pengawasan Jagung Pakan

JCCNetwork.id- Pemerintah memperketat pengawasan terhadap ketersediaan dan distribusi jagung pakan di berbagai daerah untuk memastikan kebutuhan bahan baku industri pakan, terutama bagi peternak rakyat,...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Mahfud MD Bongkar Dugaan Praktik Busuk Dunia Politik dan Hukum
09:05
Video thumbnail
Relawan Gibran 08 Ingatkan Jangan Jadikan MK Keranjang Sampah
17:00
Video thumbnail
Prabowo Beri Solusi untuk Rakyat, Tapi Keras ke Korporasi
08:04
Video thumbnail
Ketua MK Minta Ketum Militan Gibran 08 Nusantara Tak Usah Terlalu Semangat
08:17
Video thumbnail
Presiden Prabowo Bongkar Ada 8 Perda Menipu
08:30
Video thumbnail
Napi Kelas Sultan? Klaster Mewah Lapas Cibinong, Fortuner hingga Alphard Mejeng di Garasi
08:20
Video thumbnail
Prabowo Bicara di Depan Para Profesor, Akui Keberhasilannya Tak Lepas dari Bimbingan Pakar
08:10
Video thumbnail
Di Depan Profesor, Prabowo Klarifikasi Soal Tuduhan Tak Hormati Pakar
08:02
Video thumbnail
Momen Prabowo Catat Usulan Pakar, Setuju Bentuk Badan Khusus Pengelolaan Gambut
10:11
Video thumbnail
Prabowo Tanggapi Polemik Ucapan “Goblok”: Saya Paling Hormat Sama Pakar #shorts #trending
01:34
Video thumbnail
Detik-Detik Rocky Gerung Bicara Gibran Soroti Peluang Jadi Presiden #shorts #trending
02:00
Video thumbnail
Di Hadapan KAI, DPR Soroti Whoosh: Bikin Compang-Camping KAN?
09:48
Video thumbnail
Dipanggil Mendadak Prabowo ke Istana, Profesor Ini Kaget, Baru Pertama Kali
09:12
Video thumbnail
DPR Sentil Keras KAI, KRL Padat hingga Penumpang Berdesakan: Malu Kita Pak
09:36
Video thumbnail
Rocky Gerung di Depan Menkum Supratman, Inovasi Butuh “Otak yang Edan”
08:47
Video thumbnail
Rocky Gerung Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden, Lalu Tunjuk Foto Prabowo: Hak Patennya di Sini
08:46
Video thumbnail
Prabowo Tanggapi Polemik Ucapan “Goblok”: Saya Paling Hormat Sama Pakar
08:01
Video thumbnail
Mentan Amran Kasih Tips Sukses ke Mahasiswa UIN Jakarta, Singgung Nama Steve Jobs hingga Jack Ma
12:39
Video thumbnail
Cari Solusi Atasi Karhutla, Presiden Prabowo Langsung Tanya Pakar, Langkah Terbaik Apa?
17:05
Video thumbnail
Ipoleksosbudhankamnas Diterapkan Radikal, Benarkah Isu Perampasan Aset Bisa Berubah?
10:20

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER