Dua Kutub Antara Kursi Kabinet dan Mimpi Anies

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pendiri Rumah Demokrasi, Ramdansyah, menyoroti mentalitas partai politik di Indonesia sebagai penyebab utama kegagalan Anies Baswedan dalam maju sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta dan Jawa Barat pada Pilkada 2024. Menurutnya, fokus partai politik saat ini lebih pada pembentukan koalisi taktis demi mengamankan posisi kader mereka di kabinet pemerintahan mendatang.

Jadi keputusan partai politik bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM Plus) lebih diprioritaskan daripada mengusung Anies Baswedan, yang dikenal sebagai simbol oposisi.

- Advertisement -

“Pilihan bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (yang kemudian menjadi KIM Plus) tentunya menjadi prioritas ketimbang mengusung Anies Baswedan yang menjadi lambang oposisi,” kata Ramdansyah, dikutip.

Lebih lanjut, Ramdansyah menegaskan bahwa peluang mendapatkan posisi menteri setelah pelantikan presiden terpilih pada 20 Oktober 2024 jauh lebih terjamin daripada mendukung Anies dalam Pilkada. Meskipun hasil survei SMRC pada Agustus 2024 menunjukkan Anies unggul tanpa dukungan partai politik, tidak ada jaminan bahwa ia akan menang.

“Problemnya adalah memilih Anies berarti menjauhkan partai politik yang bergabung dalam KIM Plus menjauh dari kekuasaan,” tambah Ramdansyah.

- Advertisement -

Ia juga menyebutkan bahwa ideologi partai menjadi faktor lain yang menghalangi pencalonan Anies. Sebagai contoh, PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri mengharuskan calon yang diusung partai harus berasal dari kader partai, sebuah prinsip yang menghalangi kompromi dengan Anies.

“Anies adalah simbol oposisi personal. Demikian pula PDIP menjadi simbol oposisi kelembagaan (partai politik) usai Pileg dan Pilpres 2024,” kata Ramdansyah.

Ramdansyah menambahkan bahwa pembenahan partai politik melalui revisi UU Parpol harus menjadi prioritas untuk masa depan. Menurutnya, ada harapan dari publik agar Anies bergabung dengan partai politik pada Pilkada kali ini, momen yang dianggap paling tepat.

Ia juga memperingatkan bahwa masa depan politik legislasi bisa melihat perubahan signifikan, termasuk kemungkinan dihentikannya pilkada langsung, terutama jika dianggap sebagai sesuatu yang rutin dan tidak memberikan perubahan berarti.

“Kita tidak pernah tahu politik legislasi ke depan, bisa saja kebijakan pilkada langsung terhenti di beberapa tahun ke depan karena dengan keserentakan pilkada secara nasional ini kelak cepat atau lambat akan menimbulkan pertanyaan untuk apa tetap dipertahankan pilkada dipilih secara langsung, apalagi ketika sudah dianggap business as usual,” pungkasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Walau Eropa Bergejolak Pernusa Optimistis Indonesia Tetap Aman, Ini Alasannya

JCCNetwork.id- Ketua Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa), Kanjeng Pangeran Norman meyakini gelombang demonstrasi yang melanda sejumlah negara Eropa akibat tekanan biaya hidup tidak serta-merta melebar...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Tukang Sumur Adukan 9 Hakim MK ke MKMK, Minta Diberi Sanksi Imbas Sidang Ijazah Gibran
10:10
Video thumbnail
Maruli Terima Tugas BNPPDT dari Tito, Ini Barisan Jenderal TNI-Polri yang Diperkenalkan
12:42
Video thumbnail
Menko Polkam Ungkap 97 Perusahaan Terindikasi Terkait Karhutla #shorts #trending
01:11
Video thumbnail
Menko Polkam Beberkan 97 Perusahaan Terkait Karhutla Sebut Sudah Diproses Hukum
08:52
Video thumbnail
Malaysia Ajak ASEAN Protes Indonesia soal Kabut Asap, Begini Respons Pemerintah
09:38
Video thumbnail
Kenapa Karhutla Belum Jadi Bencana Nasional? Ini Penjelasan Menko Polkam #shorts #trending
00:49
Video thumbnail
Kenapa Karhutla Belum Jadi Bencana Nasional? Ini Penjelasan Menko Polkam
09:15
Video thumbnail
Karhutla Disorot Malaysia, Ini Kata Tito #shorts #trending
01:48
Video thumbnail
Momen Haru Mentan Amran Peluk Mahasiswa Anak Yatim, Ternyata Punya Kerjaan Sampingan #shorts
01:33
Video thumbnail
Menko Polkam Sampaikan Situasi Terkini, Begini Kondisi Keamanan Indonesia
17:39
Video thumbnail
Bikin Haru! Mentan Amran Peluk Mahasiswa S2 Anak Yatim, Beri Dukungan Penuh
09:50
Video thumbnail
Momen Jenderal Maruli Resmi Emban Tanggung Jawab Kepala BNPPDT
08:17
Video thumbnail
KPK Beberkan Peran Eks Kepala BNPB dalam Kasus Dana Bencana
18:52
Video thumbnail
Momen Prabowo Sambut Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
01:34
Video thumbnail
Blak-blakan Bahlil Ungkap Keimanan Ketua Umum PIKI Sekaligus Menteri Ara Naik Tiga Derajat
09:27
Video thumbnail
Aturan Prajurit TNI Diadili di Peradilan Militer Berubah Ada Batas Waktu 2 Tahun untuk Berbenah
10:03
Video thumbnail
JPPI: Program MBG Harus Jadi Penggerak Ekonomi Lokal, Petani hingga Peternak Wajib Diberdayakan
09:32
Video thumbnail
Nusron Wahid Dua Kali Tak Hadir Pemeriksaan KPK, Bakal Dijemput Paksa? Ini Kata KPK
09:14
Video thumbnail
JPPI Minta Keamanan Pangan MBG Diperketat, Evaluasi Dapur SPPG Harus Rutin #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Keamanan MBG Tak Bisa Ditawar, JPPI Minta Dapur SPPG Wajib Dievaluasi Tiap Bulan
08:53

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER