JCCNetwork.id– Wakil Ketua Umum Asosiasi Pelumas Indonesia (Aspelindo) Yomie Harlin, menyoroti masalah serius dalam peningkatan penjualan oli palsu di masyarakat. Baginya, salah satu penyebab utama adalah kurangnya disiplin dan kehati-hatian konsumen saat membeli produk pelumas kendaraan.
Menurutnya, konsumen cenderung lebih tertarik pada produk pelumas yang dijual secara daring, terutama melalui platform media sosial, seperti forum jual beli (FJB). Hal ini telah menjadi pemicu utama penyebaran oli palsu di pasaran.
“Kalau konsumen masih sering beli secara online, tapi bukan di online shop resmi produsen,” ucap Yomie, dikutip Kompas.com.
Yomie juga mencatat bahwa banyak konsumen mungkin tidak menyadari bahwa mereka sedang membeli oli palsu. Mereka mungkin hanya fokus pada harga yang murah tanpa memperhatikan kualitas produknya.
Dalam pandangannya, harga yang sangat rendah di FJB seharusnya memicu kecurigaan daripada menjadi kesempatan untuk berbelanja. Oleh karena itu, Yomie Harlin mendorong para konsumen untuk membeli pelumas kendaraan langsung dari bengkel resmi atau distributor yang terpercaya.
“Optimalnya membeli langsung di bengkel atau distributor resmi, karena mereka punya alur distribusi yang jelas, dan oli yang dipasarkan dijamin asli,” tandasnya.




