JCCNetwork.id- Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan dengan menargetkan pembangunan 200 Sekolah Rakyat hingga 2026. Saat ini, lebih dari 100 sekolah serupa sudah berdiri dan menjalankan kegiatan belajar mengajar di berbagai wilayah Indonesia.
Target tersebut disampaikan Prabowo dalam acara Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/8/2025). Ia menyebut pencapaian pembangunan 100 sekolah hanya dalam waktu lima bulan menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memperbaiki kualitas pendidikan nasional.
“Ini di luar dugaan bisa bikin 100 sekolah dalam 5 bulan. Tahun depan, Insya Allah 200 sekolah dan seterusnya,” ujar Prabowo dalam acara Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di Jiexpo Kemayoran, Jakarta.
Presiden mengapresiasi kerja keras menteri dan pimpinan lembaga yang ikut merealisasikan program ini. Menurutnya, keberhasilan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan hasil kolaborasi dan kerja cerdas jajaran kabinet.
“Terima kasih para pimpinan, para menteri, kalian telah bekerja di luar perkiraan saya. Bekerja keras, semangat tapi juga bekerja cerdas. Ini 100 sekolah sebentar lagi 163,” kata Prabowo, Jumat (22/8/2025).
Meski demikian, Prabowo menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat bukan satu-satunya prioritas. Pemerintah juga akan memfokuskan perbaikan sekolah-sekolah negeri yang telah ada, agar seluruh anak Indonesia memiliki kesempatan pendidikan yang layak.
“Tidak hanya itu, cita-cita saya semua sekolah Indonesia akan kita perbaiki,” lanjutnya.
Ia menilai pendidikan merupakan kunci membangun generasi bangsa yang mampu mengelola kekayaan Indonesia secara mandiri sekaligus menjadi instrumen penting dalam menekan angka kemiskinan.
“Kalau kita sudah kuasai kekayaan kita, kita perlu tenaga-tenaga, awak-awak, anak-anak muda yang bisa mengelola kekayaan itu. Kita sudah kuasai, kita enggak ngerti bagaimana menjalankan itu, karena itu pendidikan sangat-sangat penting,” tegasnya.
Lebih jauh, Prabowo menyebut kehadiran 100 Sekolah Rakyat saat ini hanyalah awal dari perjuangan panjang menuju Indonesia yang lebih adil dan sejahtera. Ia melihat harapan lahir dari semangat para siswa yang berasal dari keluarga sederhana.
“Dari beberapa siswa yang masuk program ini, mereka dijemput dari keluarganya. Mereka cinta orang tuanya, orang tuanya kerja keras, orang tuanya belum menikmati kemerdekaan yang sebetulnya. Ini yang mendorong saya kita harus mewujudkan kemerdekaan untuk seluruh rakyat kita,” ucapnya.
Dengan target pembangunan 200 Sekolah Rakyat pada 2026, pemerintah menegaskan arah kebijakan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas generasi muda sebagai penggerak masa depan bangsa.
























