Upaya Evakuasi 7 Pekerja Freeport Terus Dilakukan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Hingga Rabu (17/9/2025), nasib tujuh pekerja tambang PT Freeport Indonesia yang tertimbun longsor masih belum menemui titik terang.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada kejelasan mengenai keberadaan pasti para pekerja yang terjebak di dalam tambang bawah tanah tersebut.

- Advertisement -

Sugeng menyampaikan hal itu usai melakukan komunikasi langsung dengan Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Tony Wenas. Ia menegaskan bahwa proses pencarian masih terus berlangsung, namun terkendala oleh belum ditemukannya lokasi pasti para korban.

“Saya kurang lebih seperempat jam lalu, telepon langsung dengan Dirut Freeport, Pak Tony Wenas, menyampaikan memang itulah yang terjadi, belum ditemukan titik terang di mana titik persisnya ketujuh pekerja tadi yang terjebak,” kata Sugeng kepada wartawan.

Sugeng juga mengungkapkan bahwa komunikasi antara tim penyelamat dan para pekerja sempat terjalin pasca-kejadian, namun telah terputus sejak dua hari terakhir.

- Advertisement -

“Beberapa hari setelah kejadian, 3-4 hari lalu, masih bisa berkomunikasi dengan HT. Tetapi karena memang baterainya habis dan sebagainya, maka komunikasi dalam dua hari terakhir ini terputus,” jelasnya.

Putusnya komunikasi ini menjadi salah satu kendala utama dalam proses evakuasi. Namun, pihak Freeport disebut terus melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan para pekerja.

Salah satunya dengan menginjeksi oksigen ke dalam rongga-rongga reruntuhan, guna memastikan para pekerja tetap bisa bernapas jika masih hidup di dalam reruntuhan.

“Karena fungsi oksigen sangat strategis dalam pertambangan bawah tanah, maka terus-menerus diinjeksikan oksigen ke titik-titik yang kemungkinan ada ruang-ruang atau rongga-rongga,” tambah Sugeng.

Diketahui, peristiwa longsor terjadi pada Senin (8/9) sekitar pukul 22.00 WIT di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC).

Longsoran material basah dalam jumlah besar menutup akses ke area tertentu di dalam tambang, sehingga membatasi jalur evakuasi bagi tujuh pekerja yang terjebak.

Hingga saat ini, tim Emergency Response Group (ERG) PT Freeport Indonesia masih melakukan upaya maksimal untuk mengevakuasi para pekerja serta menyediakan kebutuhan darurat yang diperlukan di lokasi.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Aliansi Mahasiswa Tuntut Transparansi Kasus Andrie Yunus

JCCNetwork.id -Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Kolektif Merpati mendirikan tenda aksi di depan kantor Komnas HAM, Jakarta, guna menekan pengusutan menyeluruh kasus penyiraman...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER