JCCNetwork.id– Gabungan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai wilayah Indonesia kembali menyuarakan tuntutannya melalui diskusi terbuka bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (22/5/2025). Dalam forum tersebut, mereka memberikan ultimatum kepada pemerintah untuk segera menindaklanjuti keluhan soal besarnya potongan aplikasi oleh perusahaan penyedia layanan.
Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono menyampaikan bahwa saat ini mitra pengemudi dikenakan potongan mencapai 20 persen atau lebih, yang dinilai sangat merugikan. Para pengemudi mendesak agar potongan tersebut diturunkan menjadi maksimal 10 persen demi keadilan dan kesejahteraan mitra.
Ia juga mengungkapkan bahwa aksi offbid massal yang dilakukan para mitra pada Selasa, 20 Mei 2025, telah menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan aplikator. Menurut data yang diterimanya, kerugian tersebut mencapai Rp 187,9 miliar akibat tidak adanya aktivitas pemesanan selama aksi berlangsung.
Di forum yang sama, Ade Armansyah, perwakilan dari Kelompok Korban Aplikator, menyatakan bahwa pihaknya bersedia menghentikan aksi unjuk rasa dan mogok kerja, dengan satu syarat yakni permintaan soal potongan aplikasi dikabulkan pemerintah.


















