P3S: Bangsa Ini Terlalu Sombong, Aryanto Misel Penemu Ikuba Ditendang

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Potret kelam kekurangan ide dan kebanggaan yang meremehkan karya anak bangsa kembali terjadi. Aryanto Misel, seorang jenius penemu, beberapa kali ditolak hasil risetnya, mencerminkan kondisi kepakaran dan keahlian seakan mati di negeri ini.

Aryanto bukanlah satu-satunya yang mengalami perlakuan meremehkan terhadap karya anak bangsa. Jakarta International Stadium (JIS), sebuah karya yang juga merupakan hasil perancangan dari ahli lokal, Lupo Happold, telah diremehkan dan diabaikan tanpa pengakuan yang layak.

- Advertisement -

Namun, yang sangat disayangkan adalah penemuan Aryanto yang luar biasa, yaitu ikuba, alat yang mampu mengubah air menjadi bahan bakar kendaraan, juga diabaikan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Keputusan penolakan BRIN terhadap seorang ilmuwan jenius seperti Aryanto menjadi viral di media sosial dan menciptakan kehebohan.

Banyak yang menganggap bahwa penemuan Aryanto adalah salah satu yang terbaik dalam sejarahnya. Apalagi, belakangan ini, Aryanto juga telah menjalin kerja sama dengan perusahaan otomotif terkenal seperti Ferrari.

“Merasa sakit hati dengan perlakuan tersebut, Aryanto menolak ajakan BRIN untuk bergabung dengan lembaga riset tanah air. Bagaimana mungkin BRIN, yang seharusnya mencari peneliti berbakat di Indonesia, justru terkesan menendang para ahli dan orang-orang jenius,” kata
Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie, Senin (10/7/2023).

- Advertisement -

Menurut Jerry, seandainya Mantan Menteri Riset dan Teknologi serta Presiden BJ Habibie masih hidup, mungkin mereka juga akan mengalami perlakuan yang sama, dianggap remeh dan tidak dihargai.

Dampak dari penolakan bangsa ini, Aryanto juga merasa kecewa karena pemerintah menganggap temuannya sebagai sampah bagi lingkungan dan mengabaikannya. Mungkin Aryanto tidak dihargai karena latar belakangnya bukan berasal dari keluarga berada atau tidak memiliki relasi atau kolega di BRIN.

Saya mendesak Presiden untuk mencopot Kepala BRIN yang tidak memiliki kemampuan memimpin lembaga riset ini. Anggaran yang begitu besar, sekitar Rp6,5 triliun untuk tahun 2023, seharusnya digunakan dengan bijak. Namun, nyatanya BRIN tidak mampu memberikan hasil yang memuaskan.

“Jika dibandingkan dengan era Presiden kedua Soeharto, yang berhasil menciptakan pesawat Gatot Kaca dan mobil Timor, BRIN jauh kalah. Saat ini, yang ada hanya mobil e-Ngibul dari merek Esemka, yang sebenarnya merupakan hasil karya dari negeri Tirai Bambu China yang dibanggakan,” tandasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kapal Perang AS Lintasi Selat Malaka, Sah Secara Hukum?

JCCNetwork.id- TNI Angkatan Laut (AL) membenarkan adanya pergerakan kapal perang Amerika Serikat di kawasan Selat Malaka, Sabtu (18/4/2026). Pergerakan ini sempat memicu spekulasi terkait...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER